POJOKSATU.Id - Dalam sejarah MotoGP, Italia pernah kehilangan salah satu pebalapnya yang penuh eksentrik dan berani, yaitu Marco Simoncelli dalam tragedi MotoGP di Sepang Malaysia yang memilukan.
Ketika tragedi MotoGP yang terjadi di Sirkuit Sepang Malaysia pada Oktober 2011, usia Marco Simoncelli belum genap 25 tahun. Dapat dibayangkan bagaimana jika Simoncelli masih hidup sampai sekarang?
Dalam catatan tentang tragedi MotoGP, kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Marco Simoncelli terjadi saat balapan baru memasuki putaran kedua di Sirkuit Sepang Malaysia.
Baca Juga: Jadwal MotoGP 2023 Mandalika, Pembalap Konvoi, Membersihkan Pantai dan Tanam Terumbu Karang Sebelum Balapan
Marco Simoncelli saat tragedi MotoGP di Sepang Malaysia tengah berduel sengit dengan Valentino Rossi dan Collin Edwards, namun ia kehilangan keseimbangan dan tersungkur.
Sayangnya, saat jatuh, Simoncelli berada persis di depan motor Edwards dan Rossi yang tengah melaju dengan sangat cepat.
Tubuhnya terhantam motor, dan helmnya terlepas dari kepala. Simoncelli sempat kehilangan kesadaran sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Ketika kepergian Marco Simoncelli terjadi, Valentino Rossi merupakan salah satu pebalap yang sangat terpukul.
Kedekatannya dengan Simoncelli tergambar jelas, bahkan terlihat dalam foto-foto yang memperlihatkan kesedihan mendalam The Doctor.
Baca Juga: Sepekan Jelang MotoGP Indonesia 2023, Para Pembalap MotoGP Liburan di Bali
Marco Simoncelli dan Valentino Rossi bukan hanya rekan satu tim, tapi juga sahabat dekat dengan banyak kesamaan di antara mereka.
Baru-baru ini, Valentino Rossi kembali mengungkapkan betapa sulitnya baginya melupakan kejadian mengerikan di Sepang Malaysia 12 tahun lalu.
"Saya tak akan pernah melupakan momen-momen mengerikan setelah balapan di Malaysia. Itu adalah salah satu pengalaman terburuk dalam hidup saya," ujar Rossi mengenang tragedi MotoGP yang terjadi di Sirkuit Sepang Malaysia.
"Setelah balapan selesai, saya kembali ke motorhome bersama Uccio dan teman-teman saya. Saya merasa sangat putus asa pada saat itu," ungkap Rossi.
Saat mengingat kembali kejadian tragedi MotoGP itu, Rossi sempat merasa frustasi.
"Itu merupakan saat di mana saya benar-benar tidak tahu bagaimana melanjutkan hidup. Meskipun sudah berlalu begitu lama. Sayangnya, perasaan itu tetap menghantui saya dan tak akan pernah terlupakan," tambahnya.
Baca Juga: Terbang ke Dunia MotoGP Jepang 2023: Jadwal Seru dan Hasil Kualifikasi!
Baginya, Marco Simoncelli bisa menjadi salah satu pebalap paling menakutkan di ajang balap ini, berduel sengit dengan pembalap-pembalap papan atas saat ini.
"Kami kehilangan seorang pembalap hebat saat itu. Jika dia masih hidup, Simoncelli pasti akan meraih prestasi besar. Dia akan menghadapi persaingan ketat dengan pebalap-pebalap papan atas saat ini. Saya yakin akan hal itu," kata Rossi.
Pendapat senada juga datang dari Loris Capirossi, yang mengatakan bahwa Marco Simoncelli adalah salah satu pembalap muda berbakat terbesar di MotoGP.
"Dia memiliki semangat yang luar biasa dan tak pernah menyerah. Tidak ada keraguan bahwa karirnya akan gemilang dan indah, seandainya dia masih hidup," ungkap Capirossi.
"Namun, di atas segalanya, saya merasa sangat sedih karena dia telah pergi," ujarnya.
Meskipun harapan tersebut hanya tinggal kenangan, kepergian Marco Simoncelli dalam tragedi MotoGP di Sepang Malaysia, tetap meninggalkan duka yang mendalam di hati Valentino Rossi, Loris Capirossi, para pecinta MotoGP dan dunia balap motor umumnya.***
