POJOKSATU.ID - Tim beregu Indonesia memenangi laga final lawan China pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024 atau Piala Suhandinata 2024, Sabtu 5 Oktober 2024.
Final BWF World Junior Mixed Team Championships atau Piala Suhandinata 2024 di Nanchang International Sports Center, Nanchang, China mempertemukan Indonesia lawan China.
Dengan format baru Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024, para pebulutangkis muda Indonesia tampil impresif.
Baca Juga: Tipis Harapan Masuk Timnas Belanda, Bek Keturunan Ambon Ini Pertimbangkan Tawaran PSSI
Mereka memenangi duel sengit lawan tuan rumah dengan skor 110-103.
Ini jadi gelar kedua Indonesia di turnamen bulu tangkis beregu campuran junior paling bergengsi di dunia. Sebelumnya, tim Indonesia meraihnya pertama kali pada 2019.
Format Baru Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024
Baca Juga: Pendaftaran PPPK 2024: Guru Perioritas Meradang, Pemda Buka Formasi di Luar P1
Sebagai informasi, Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024 menggunakan format baru untuk pertandingan beregu, yang dikenal dengan nama mixed team relay.
Format ini terinspirasi dari keberhasilannya di Olimpiade Remaja 2018 dan membuat pertandingan semakin menarik.
Bayangkan pertandingan bulu tangkis yang tidak hanya fokus pada kemenangan di setiap partai, tetapi juga pada akumulasi poin secara keseluruhan.
Dalam format baru ini, satu pertandingan terdiri dari 10 partai yang melibatkan semua sektor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran).
Masing-masing partai akan dimainkan hingga salah satu pemain mencapai checkpoint, yaitu kelipatan angka 11 (11, 22, 33, dan seterusnya) atau setengah set.
Manajer tim harus berpikir lebih strategis dalam menentukan urutan pemain dan sektor yang akan dimainkan. Mereka harus mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan setiap pemain, serta kondisi fisik dan mental mereka.
Dengan 10 partai yang harus dimainkan, pertandingan berlangsung lebih lama dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Karena setiap poin sangat berharga, tekanan pada para pemain akan semakin besar. Hal ini akan membuat pertandingan semakin seru dan menegangkan.
Baca Juga: Barakallah, Gus Zizan Resmi Menikah dengan Farah Kamila Syifa
Jika sebuah tim kalah dalam suatu partai tanpa meraih poin minimum yang telah ditentukan, mereka akan memulai partai berikutnya dengan poin minimum tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar pertandingan tetap kompetitif.
Setiap pemain hanya boleh bermain maksimal 4 partai dalam satu pertandingan.
Urutan pertandingan akan ditentukan oleh manajer tim dari kedua tim. Manajer tim yang memenangkan lemparan koin akan memiliki keunggulan dalam memilih sektor pada partai awal.
Hasil Lengkap Final Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024
Pada final Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024 atau Piala Suhandinata 2024, Indonesia tertinggal lebih dulu dari China pada partai pertama.
Itu setelah tunggal putri Mutiara Ayu Puspitasari kalah 7-11 dari Xu Wen Jing dalam waktu 9 menit.
Pada partai kedua, ganda putri. Indonesia berbalik unggul 22-15 berkat aksi menawan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine yang mangalahkan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue.
Baca Juga: Mahasiswi UNTAR Bunuh Diri Loncat dari Lantai 4, Begini Kesaksian Security Kampus
Memasuki partai ketiga, ganda campuran. China berhasil menipiskan ketinggalan, namun wakil Indonesia tetap lebih dulu menyentuh chek point (33).
Yakni melalui pasangan Darren Aurelius/Bernadine Anindiya Wardana yang membawa Indonesia unggul 33-31 saat menghadapi Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan.
Partai keempat, tunggal putra. Moh Zaki Ubaidillah menjaga keunggulan Indonesia 44-40, saat menghadapi Hu Zhe An.
Ganda putra Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan membawa Indonesia kembali menjauh 55-48, saat melawan Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi pada partai kelima.
Mutiara Ayu Puspitasari kembali bermain pada partai kelima dengan menghadapi Xu Wen Jing.
Kali ini Mutiara berhasil membuat jarak kedua tim menjadi 11 angka, dengan Indonesia unggul 66-55.
Penampilan kedua ganda putri Isyana/Rinjani kembali menghadapi Chen/Liu, juga berhasil menambah keunggulan Tim Merah Putih menjadi 77-62.
Pada partai kedelapan, China menipiskan ketinggalan saat ganda campuran Darren/Anindiya kembali berhadapan dengan Lin/Liu. Skor sementara 88-77, Indonesia masih memimpin.
Partai kesembilan, tunggal putra Zaki kembali berhadapan dengan Hu Zhe An dan Indonesia tetap unggul 99-87.
Partai terakhir atau kesepuluh, kembali mempertemukan ganda putra Anselmus/Pulung vs Hu/Lin.
Jarak 12 poin sebelum laga ini membuat kubu China harus tampil habis-habisan jika tidak ingin gelar juara diraih Indonesia.
Memang Hu/Lin mampu memberikan perlawanan sengit dan tampak lebih dominan.
Untungnya, Anselmus/Pulung mampu mengamankan keunggulan Indonesia dan lebih dulu menyentuh chek point 110-103.
Indonesia pun keluar sebagai juara dunia junior 2024. Lagu Indonesia Raya berkumandang di Nanchang, dan tim Merah-Putih mengangkat trofi Piala Suhandinata 2024. Selamat!***
Download aplikasi berita Pojok Satu (https://www.pojoksatu.id/) di Play Store dan App Store (completed) untuk membaca berita lebih mudah, nyaman dan tanpa banyak iklan.

