POJOKSATU.id – Timnas Iran masih dibayangi ketidakpastian menjelang Piala Dunia 2026 meski berhasil meraih kemenangan dalam laga uji coba terakhir mereka.

Tim berjuluk Team Melli itu baru saja mengalahkan Mali dengan skor 2-0 dalam pertandingan persahabatan di Antalya, Turki.

Gol kemenangan Iran dicetak oleh Saeid Ezatolahi dan Ramin Rezaeian.

Hasil tersebut memperpanjang catatan positif Iran selama masa persiapan menuju Piala Dunia.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Laga di Meksiko Diprediksi Lebih Lambat karena Ketinggian

Dari empat laga pemanasan yang dijalani, Iran membukukan tiga kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.

Meski demikian, persoalan di luar lapangan justru menjadi perhatian utama menjelang turnamen berlangsung.

Hingga kini, visa Amerika Serikat untuk pemain dan sejumlah anggota delegasi Iran disebut belum diterbitkan.

Padahal seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.

Visa AS Belum Terbit, Iran Sampaikan Peringatan ke FIFA

Baca Juga: Hadapi Cuaca Panas, Inggris Pakai Teknologi Pendingin di Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengaku khawatir dengan belum adanya kepastian terkait izin masuk ke Amerika Serikat.

Presiden FFIRI Mehdi Taj mengatakan tim nasional Iran akan tetap berangkat ke Meksiko sesuai jadwal.

Menurutnya, visa untuk masuk ke Meksiko sudah selesai dan tidak mengalami kendala.

Timnas Iran dijadwalkan meninggalkan Turki pada Sabtu untuk menuju Tijuana, Meksiko, yang menjadi markas mereka selama turnamen.

Namun, situasi berbeda terjadi terkait visa Amerika Serikat yang hingga kini masih menunggu keputusan.

"Kami sudah menyampaikan kepada FIFA bahwa jika visa untuk pemain, staf pelatih, dan pihak terkait tidak diterbitkan, maka ada kemungkinan kami mengambil keputusan lain," kata Mehdi Taj seperti dikutip media Iran, Fars News Agency.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Iran menghadapi kendala serius untuk mengikuti pertandingan fase grup.

Baca Juga: Moratorium Dapur MBG Disambut Positif Komisi IX DPR, Investigasi SPPG Diminta Dibuka ke Publik

Sebelumnya, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dikabarkan menyetujui permintaan untuk menjadikan negaranya sebagai basis tim Iran selama turnamen.

Keputusan itu muncul setelah otoritas Amerika Serikat disebut tidak menginginkan Iran menjadikan Arizona sebagai markas selama Piala Dunia.

Ketegangan Politik Ikut Bayangi Persiapan Iran

Situasi ini tidak lepas dari hubungan politik yang masih tegang antara Iran dan Amerika Serikat.

Pada Selasa lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan tidak ada masalah bagi tim nasional Iran untuk memasuki wilayah negaranya.

Baca Juga: 25 Contoh Soal PAT Essay IPA Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Namun, ia menegaskan pemerintah Amerika Serikat tidak akan mengizinkan pejabat atau staf yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ikut masuk.

Amerika Serikat dan Kanada sama-sama mengategorikan IRGC sebagai organisasi teroris.

Kebijakan tersebut sebelumnya juga berdampak pada Mehdi Taj.

Ia dilaporkan tidak diizinkan memasuki Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA pada akhir April lalu karena dianggap memiliki hubungan dengan IRGC.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Iran tetap melanjutkan persiapan menuju turnamen terbesar sepak bola dunia itu.

Laga melawan Mali menjadi pertandingan kompetitif pertama bagi sejumlah pemain yang berkarier di liga domestik Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Kompetisi sepak bola di Iran sempat dihentikan setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu.

Peristiwa tersebut memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada berbagai aktivitas olahraga di negara itu.

Iran dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni.

Setelah itu, Team Melli akan bertemu Belgia sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle.

Dengan waktu yang semakin mepet menuju pertandingan pertama, kepastian visa Amerika Serikat menjadi hal yang sangat dinantikan oleh Iran.

Jika masalah tersebut tidak segera terselesaikan, partisipasi salah satu wakil Asia itu dalam Piala Dunia 2026 bisa berada dalam ancaman serius.***