POJOKSATU.id – Timnas Inggris akan memanfaatkan teknologi pendingin telapak tangan selama Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat.
Perangkat tersebut digunakan untuk membantu pemain menghadapi suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi selama turnamen berlangsung.
Cuaca diperkirakan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi seluruh peserta Piala Dunia tahun depan.
Sejumlah penelitian menunjukkan sekitar sepertiga pertandingan akan dimainkan dalam suhu yang melebihi 26 derajat Celsius.
Baca Juga: Moratorium Dapur MBG Disambut Positif Komisi IX DPR, Investigasi SPPG Diminta Dibuka ke Publik
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebugaran, daya tahan, dan proses pemulihan pemain sepanjang pertandingan.
Timnas Inggris sudah mulai merasakan kondisi tersebut saat menjalani pemusatan latihan di Florida, Amerika Serikat.
Pada sesi latihan perdana di West Palm Beach, suhu udara mencapai sekitar 32 derajat Celsius.
Situasi itu membuat staf pelatih mencari berbagai cara untuk menjaga kondisi fisik para pemain tetap optimal.
Teknologi Pendingin Jadi Senjata Tambahan
Perangkat pendingin telapak tangan kini semakin populer di kalangan atlet profesional berbagai cabang olahraga.
Beberapa klub elite Eropa diketahui telah menggunakan teknologi tersebut sebagai bagian dari program pemulihan pemain.
Manchester United menjadi salah satu klub yang disebut telah memanfaatkan perangkat serupa dalam aktivitas tim.
Berdasarkan hasil penelitian, pendinginan pada area telapak tangan mampu membantu menurunkan suhu inti tubuh.
Penurunan suhu tubuh yang lebih cepat dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan fisik pemain.
Timnas Inggris berencana menggunakan perangkat itu selama sesi latihan maupun saat jeda minum pertandingan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan ilmiah yang diterapkan tim untuk menghadapi turnamen besar.
Henderson Soroti Pentingnya Adaptasi Cuaca
Gelandang Inggris Jordan Henderson menilai proses adaptasi cuaca menjadi bagian penting dalam persiapan tim.
Menurutnya, pekan pertama pemusatan latihan difokuskan untuk membantu pemain beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Ia mengatakan tubuh para pemain harus dibiasakan menghadapi suhu dan kelembapan tinggi sejak awal.
Henderson juga menilai laga uji coba akan membantu tim membangun kesiapan sebelum memasuki turnamen.
Selain itu, ia memuji kinerja staf pendukung yang melakukan berbagai riset terkait pemulihan pemain.
Menurut Henderson, penelitian mengenai pendinginan tubuh dan pemulihan dilakukan dengan standar yang sangat tinggi.
Ia berharap seluruh upaya tersebut dapat memberikan keuntungan tambahan bagi Inggris di Piala Dunia.
Sebelum turnamen dimulai, Inggris akan menghadapi Selandia Baru dalam laga persahabatan pada 6 Juni.
Empat hari kemudian, tim asuhan Thomas Tuchel dijadwalkan bertemu Kosta Rika dalam pertandingan uji coba berikutnya.
Inggris kemudian memulai perjalanan Piala Dunia dengan menghadapi Kroasia pada 17 Juni mendatang.
Setelah itu, The Three Lions akan melawan Ghana pada 23 Juni dan Panama pada 27 Juni.
Dengan dukungan teknologi modern dan persiapan fisik yang matang, Inggris berharap mampu tampil maksimal sepanjang turnamen.***

