POJOKSATU.id - Wali Kota Prabumulih, Arlan, memang telah melakukan kesalahan. Tapi kesalahan itu tak harus menghapus seribu kebaikan.

Demikian pandangan Ketua Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Prabumulih, Alhadi Azis.

Alhadi mengakui bahwa Arlan memang telah melakukan kesalahan dan menjadi sorotan publik.

Akan tetapi ia mengingatkan masyarakat agar tidak terus menerus menghujat Wali Kota Prabumulih, Arlan.

Baca Juga: Tanggapan Mega Nusi, Istri Wahyudin Moridu Dipecat dari DPRD Gorontalo: Ujian Ini Kita Hadapi Bersama

Terlebih karena nila setitik yang sudah diakui itu malah melupakan kebaikan yang sudah dilakukan selama kepemimpinannya.

"Stop menghujat," tegas Alhadi Azis, dikutip Pojoksatu.id dari FajarSumsel.com, Minggu 21 September 2024.

"Beliau sudah legowo mengakui kesalahan, sudah mengklarifikasi, dan masalahnya pun selesai karena kedua belah pihak telah saling memaafkan,” sambung dia.

Menurutnya, sebagai manusia biasa, Arlan memang tidak lepas dari kekhilafan.

Baca Juga: Sosok Kepala Kemenag NTB Punya Harta Rp3,89 M, Polda Hentikan Kasus Gratifikasinya Awal 2025

Tapi kinerja dan program selama tujuh bulan kepemimpinannya di Prabumulih sudah banyak dirasakan manfaatnya masyarakat.

Karena itu, ucap dia, LAKRI Prabumulih siap mengawal dan mendukung program Arlan demi kebaikan bersama.

"Kami mendorong beliau agar tetap fokus bekerja untuk mewujudkan Prabumulih yang makmur dan sejahtera," tekan dia.

Seperti diketahui, Wali Kota Prabumulih, Arlan, viral dan jadi sorotan setelah mencopot Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.

Pencopotan tersebut diduga lantaran Roni menegur anaknya yang membawa mobil ke sekolah.

Wali Kota Prabumulih, H Arlan sendiri telah memberikan klarifikasi sekaligus menemui Roni Ardiansyah untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.***