POJOKSATU.ID - Isu keamanan wisata di Indonesia mendadak jadi perbincangan hangat.

Lah, gimana nggak? Sejumlah kasus yang melibatkan turis asing sebagai korban kejahatan oleh oknum warga lokal mulai mencuat dan bikin khawatir banyak pihak.

Dalam beberapa waktu terakhir, laporan soal turis yang mengalami pencopetan, penipuan, hingga aksi kriminal lainnya mulai ramai dibahas, baik di media internasional maupun media sosial.

Duh, ini jelas jadi alarm serius buat sektor pariwisata tanah air.

Baca Juga: Jatim Kembali Disorot OTT KPK, Khofifah Ungkap Ada Grup WA Kepala Daerah untuk Koordinasi dan Jaga Integritas

Beberapa negara bahkan disebut mulai mengeluarkan travel warning atau imbauan kewaspadaan bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Meski tidak secara langsung melarang, tapi tetap saja ini bisa berdampak pada citra pariwisata kita.

Sebenarnya, apa sih yang terjadi?

Kasus kejahatan terhadap turis ini umumnya terjadi di destinasi wisata populer.

Baca Juga: Waduh! PKL Ditertibkan Satpol PP Bogor, Ternyata Dipindah ke Sini

Mulai dari kawasan pantai, pusat keramaian, hingga area transportasi umum.

Modusnya pun beragam dari harga “getok” yang tidak wajar, jasa abal-abal, sampai aksi kriminal seperti penjambretan.

Ya, mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tapi bagi turis asing, pengalaman seperti ini bisa meninggalkan kesan buruk yang mendalam.

Apalagi kalau sampai viral di media sosial wah, efeknya bisa kemana-mana.

Salah satu faktor yang disorot adalah masih adanya oknum yang memanfaatkan wisatawan sebagai target empuk.

Turis dianggap tidak terlalu paham kondisi lokal, sehingga lebih mudah ditipu atau dimanfaatkan.

Nah, di sinilah pentingnya pengawasan yang lebih ketat.

Namun, perlu digarisbawahi kasus seperti ini tidak mencerminkan seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Waduh! PKL Ditertibkan Satpol PP Bogor, Ternyata Dipindah ke Sini

Mayoritas warga lokal justru dikenal ramah dan membantu wisatawan.

Tapi ya itu tadi, ulah segelintir oknum bisa merusak citra secara keseluruhan.

Pemerintah sendiri tidak tinggal diam.

Berbagai langkah mulai dilakukan, mulai dari peningkatan patroli di kawasan wisata, edukasi kepada pelaku usaha, hingga penegakan hukum bagi pelaku kejahatan.

Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu Terancam, Gaji di Bawah UMK hingga Kontrak Tak Pasti

“Kami terus berupaya menjaga keamanan wisatawan agar tetap nyaman berkunjung ke Indonesia,” ujar salah satu perwakilan otoritas terkait.

Selain itu, ada juga dorongan untuk meningkatkan standar pelayanan di destinasi wisata.

Misalnya dengan penertiban tarif, sertifikasi pemandu wisata, hingga pengawasan terhadap praktik usaha ilegal.

Eh, tapi bukan cuma pemerintah yang punya peran.

Masyarakat lokal juga diharapkan ikut menjaga citra daerahnya. Karena pada akhirnya, pariwisata adalah tanggung jawab bersama.

Menariknya, sejumlah pakar pariwisata menyebut bahwa transparansi dan penanganan cepat terhadap kasus justru bisa meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Artinya, bukan berarti harus menutupi masalah, tapi bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.

Kalau ditangani dengan serius, Indonesia tetap punya daya tarik kuat di mata dunia.

Mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya, hingga kuliner yang menggoda semuanya masih jadi magnet utama.

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Cuan! ASN Batang Sulap Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Tembus 11 Ribu Liter, Cetak Rekor MURI dan Raup Rp90 Juta

Jadi, apakah Indonesia masih aman untuk dikunjungi?

Jawabannya: ya, dengan catatan.

Wisatawan tetap perlu waspada, seperti halnya saat berkunjung ke negara lain.

Sementara itu, pemerintah dan masyarakat harus terus berbenah agar kejadian serupa tidak terulang.

Karena bagaimanapun, satu pengalaman buruk bisa menyebar cepat dan dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.***