POJOKSATU.ID - Waduh, kabar kurang sedap datang dari dunia penerbangan.
Harga avtur bahan bakar utama pesawat dikabarkan melonjak hingga 70 persen. Loh, kok bisa setinggi itu?
Kenaikan ini tentu bikin banyak pihak geleng-geleng kepala.
Soalnya, avtur bukan sekadar bahan bakar biasa, tapi komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai.
Baca Juga: Waduh! Barang Rampasan Koruptor Dilelang, Begini Cara Ikutannya
Kalau harganya naik drastis, ya efeknya bisa ke mana-mana, termasuk ke kantong penumpang.
Nah, kalau ditelusuri, ada beberapa faktor yang jadi pemicu utama lonjakan harga avtur ini.
Pertama, harga minyak dunia yang kembali merangkak naik.
Seperti yang kita tahu, avtur merupakan turunan dari minyak mentah.
Baca Juga: Mulai 15 April 2026, ASN Jogja Wajib WFH Tiap Rabu, Jumat Jadi Car Free Day, Ini Penjelasannya
Jadi, ketika harga minyak global naik, otomatis harga avtur ikut terdorong.
Simpel sih, tapi dampaknya luar biasa.
Kedua, kondisi geopolitik dunia yang lagi nggak stabil. Konflik di beberapa wilayah penghasil minyak bikin pasokan terganggu.
Alhasil, harga energi, termasuk avtur, jadi ikut melonjak. Duh, efek domino banget ya.
Ketiga, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga punya peran besar.
Karena transaksi avtur umumnya menggunakan dolar, pelemahan rupiah bisa bikin harga jadi makin mahal di dalam negeri.
Jadi, bukan cuma faktor global, kondisi ekonomi domestik juga ikut berpengaruh.
Eh, belum selesai. Ada juga faktor distribusi dan biaya logistik yang meningkat.
Kenaikan harga transportasi dan biaya operasional lainnya ikut menyumbang mahalnya harga avtur di berbagai bandara.
“Kalau avtur naik, maskapai pasti tertekan. Mau nggak mau harus cari cara bertahan,” ujar seorang pengamat penerbangan.
Nah loh, ini yang bikin banyak orang mulai khawatir.
Apakah harga tiket pesawat bakal ikut naik?
Jawabannya sangat mungkin.
Maskapai biasanya akan melakukan penyesuaian tarif untuk menutup kenaikan biaya operasional.
Meskipun pemerintah sering mengatur batas atas harga tiket, tetap saja ada ruang kenaikan, terutama di rute-rute tertentu.
Tapi di sisi lain, maskapai juga nggak bisa sembarangan menaikkan harga.
Persaingan industri yang ketat bikin mereka harus tetap menjaga daya beli penumpang.
Jadi, situasinya serba dilema.
Di tengah kondisi ini, pemerintah diharapkan bisa turun tangan.
Misalnya dengan melakukan evaluasi harga avtur di dalam negeri atau memberikan insentif bagi maskapai agar tidak terlalu terbebani.
Selain itu, transparansi harga juga penting.
Baca Juga: Reformasi ASN Dipercepat, Sekda Sulsel Minta Manajemen Talenta Diterapkan Optimal
Banyak pihak menilai harga avtur di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Nah, ini yang sering jadi sorotan.
Kalau nggak segera diatasi, dampaknya bisa luas.
Mulai dari menurunnya minat masyarakat untuk bepergian, hingga terganggunya sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Baca Juga: Reformasi ASN Dipercepat, Sekda Sulsel Minta Manajemen Talenta Diterapkan Optimal
Jadi ya, kenaikan harga avtur ini bukan cuma soal angka, tapi efeknya bisa ke mana-mana.
Dari industri penerbangan sampai ke aktivitas masyarakat sehari-hari.
Duh, semoga saja ada solusi cepat ya.
Soalnya, kalau terus naik, bisa-bisa rencana liburan jadi sekadar wacana. Nah loh!***

