POJOKSATU.id - Sejak pertengahan Oktober 2023, China mengalami peningkatan kasus penyakit mirip influenza pada anak-anak, terutama pneumonia misterius yang menjadi perhatian serius.

Pada 13 November 2023, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan peningkatan ini, diikuti oleh laporan ProMED pada 19 November 2023, menyoroti kasus pneumonia misterius pada anak-anak.

Menyikapi penyebaran pneumonia misterius, Pemerintah China menanggapi dengan meminta peningkatan jumlah klinik untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Baca Juga: Lakukan Rontgen Paru-paru, Nagita Slavina Ungkap Kondisi Rayyanza

Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional, Mi Feng, menekankan perlunya "memperpanjang jam layanan, dan memperkuat jaminan pasokan obat-obatan."

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, memberikan penilaian bahwa potensi "penyebaran penyakit ke Indonesia sangat mungkin karena frekuensi penerbangan yang tinggi".

Ia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala penyakit pernapasan pada anak-anak.

Meskipun penyebab pneumonia misterius belum jelas, kewaspadaan tetap diperlukan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Membantu Merawat Paru-paru dan Meningkatkan Fungsi Pernapasan secara Optimal

Dalam situasi ini, rumah sakit anak-anak di Beijing dan Tianjin melaporkan kelebihan kapasitas, dengan pasien harus mengantre selama berjam-jam sebelum mendapatkan perawatan.

Pemerintah China mengambil langkah-langkah seperti:

- peningkatan layanan medis,
- vaksinasi,
- dan perhatian pada ruang publik untuk mencegah penularan pneumonia.

Baca Juga: Waspada Kanker Paru-paru Mengintai Akibat Atap Rumah Pakai Asbes

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan langkah-langkah pencegahan serupa dan mengimbau masyarakat China untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan.

Sementara situasi di China terus berkembang, termasuk di tengah musim dingin, kehadiran pneumonia misterius menimbulkan keprihatinan global dan menimbulkan pertanyaan apakah wabah tersebut dapat mencapai Indonesia atau wilayah lainnya.***