POJOKSATU.id - Kasus mengejutkan terjadi di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.

Seorang guru berinisial FT diduga melakukan tindakan yang di luar batas kewajaran saat kehilangan uang sebesar Rp75 ribu di ruang kelas.

Untuk mencari siapa yang mengambil uang tersebut, FT justru memaksa 22 murid kelas V melepas pakaian mereka satu per satu.

Baca Juga: Sudah Diangkat Jadi ASN, PPPK Paruh Waktu di Lobar Belum Digaji 2 Bulan karena Kontrak Belum Teken

Insiden ini terungkap setelah orangtua murid merasa curiga melihat anak mereka pulang sekolah dengan raut wajah ketakutan.

Beberapa dari mereka bahkan mengaku dipaksa melepas pakaian hingga hanya tersisa pakaian dalam.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika sejumlah orangtua datang ke sekolah dan mendapati pintu kelas tempat kejadian berlangsung dalam keadaan terkunci.

Baca Juga: Mahfud Sindir Penegak Hukum! Jago Tangkap Orang, Tapi Kasusnya Dibiarkan Menggantung

Dikutip Pojoksatu.id dari laporan Detik.com, kejadian itu berlangsung pada Jumat sore 6/2/2026.

Guru FT disebut mengumpulkan seluruh murid di dalam kelas dan meminta mereka membuka tas untuk diperiksa.

Namun ketika uang yang dicari tak ditemukan, FT kemudian memaksa murid laki-laki membuka seluruh pakaian.

Baca Juga: TPG 2025 Belum Cair Meski SKTP Terbit? Ini Akar Masalah Sistem Dapodik dan Solusi Agar Tunjangan Sertifikasi Guru Tidak Tertahan Lagi

Dikutip Pojoksatu.id dari Tribunnews sementara murid perempuan dipaksa melepas baju hingga menyisakan singlet dan celana dalam.

Tindakan ini memicu kepanikan para siswa. Beberapa murid menangis, sementara yang lain hanya bisa diam ketakutan.

Di saat bersamaan, sejumlah orangtua yang menunggu di luar kelas merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Mereka mendobrak pintu kelas dan mendapati anak-anak dalam kondisi hampir telanjang. Temuan itu langsung memicu kemarahan besar.

Dalam hitungan jam, kasus ini menjadi perhatian publik nasional.

Baca Juga: Sudah Diangkat Jadi ASN, PPPK Paruh Waktu di Lobar Belum Digaji 2 Bulan karena Kontrak Belum Teken

Kritik keras terhadap tindakan guru pun bermunculan, mulai dari aktivis pendidikan hingga lembaga perlindungan anak.

Tak berselang lama, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember turun tangan.

Guru FT langsung dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait tindakannya.

Baca Juga: TPG 2025 Belum Cair Meski SKTP Terbit? Ini Akar Masalah Sistem Dapodik dan Solusi Agar Tunjangan Sertifikasi Guru Tidak Tertahan Lagi

Dalam pemeriksaan awal, FT mengakui bahwa emosinya memuncak karena sebelumnya juga beberapa kali kehilangan uang di kelas.

Ia menyebut kondisi kesehatannya sedang tidak baik sehingga kehilangan kontrol.

Meski demikian, alasan tersebut tidak menghentikan proses penindakan.

Baca Juga: Sudah Diangkat Jadi ASN, PPPK Paruh Waktu di Lobar Belum Digaji 2 Bulan karena Kontrak Belum Teken

Dinas Pendidikan kemudian mengambil langkah tegas dengan membebastugaskan guru FT sementara waktu.

Langkah ini diambil untuk menjaga kondusivitas pembelajaran sekaligus memberi ruang bagi penyelidikan lanjutan yang lebih mendalam.

Sementara itu, kondisi para murid masih menjadi sorotan.

Sejumlah orangtua mengatakan anak mereka mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah.

Kasus ini kini terus dipantau banyak pihak selain menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Publik juga mendesak adanya pendampingan psikologis untuk para siswa serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah.***