POJOKSATU.ID- Tudingan Gibran Rakabuming Raka menggunakan ijazah palsu untuk mengklaim pendidikan tingginya di Australia masih ramai diperbincangkan.
Tudingan ijazah palsu itu pertama kali dilayangkan akun x @DokterTifa terhadap cawapres Gibran Rakabuming Raka.
Namun tudingan akun @DokterTifa tersebut seakan benar bahwa Gibran Rakabuming Raka hanyalah lulusan setara SMK.
Baca Juga: Mahfud MD Skakmat Ganjar Soal Beri Penilaian Merah Terhadap Penegakan Hukum di Era Jokowi
Hal ini dibenarkan dengan beredarnya Surat Keterangan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Surat Keterangan ini atas nama Gibran Rakabuming Raka putra dari Ir Joko Widodo.
Surat ini diterbitkan pada 06 Agustus 2019 lalu dan ditantantangani oleh Direktur Ditjen Dikdasmen Dikbud, Dr Sutanto.
Dalam surat tersebut juga disebutkan, bahwa Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan Grade 2 di UTS Insearch Sydney Australia tahun 2006.
Baca Juga: 4 Fitur Terbaru Google Maps, Kini Makin Canggih dan Kren
Dan disebutkan pula bahwa lulusan Grade 2 di UTS Insearch Sydney Australia tahun 2006 setara tamat SMK.
"Telah menyelesaikan pendidikan Grade 2 di UTS Insearch Sydney Australia tahun 2006, yang bersangkutan dinilai memiliki pengetahuan setara tamat SMK Peminatan Akuntansi dan Keuangan di Indonesia," bunyi SK.
Pakar Telematika, Roy Suryo memberikan saran agar kasus penggunaan ijazah palsu tak berkepanjangan, baik itu ijazah Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Roy, cukup mengunggah ijazahnya di media sosial agar tudingan miring itu terbantahkan.
Baca Juga: Warga Karawang Timur Resah Aksi Tawuran Antar Remaja
"Uplod saja Ijazah-ijazah universitas ternama Singapore dan Australia tersebut.
Netizen sudah cerdas tahu itu kursus, diploma, strata-1," kata Roy kepada pojoksatu.id, Jumat (17/11/2023).
Sulusi ini, kata Roy, adalah solusi yang tidak membuat repot para penegak hukum. Apalagi, kasus tudingan ijazah palsu ini sampai dilakukan persidangan. ***
Hal ini dinilai terlalu berlebihan dan membuat negara repot.
"Solusinya simple. Agar Negara ini tidak usah repot- repot sampai ada sidang ijazah palsu seperti yang sedang berlangsung. Yakni Uplod saja," ujarnya.
Seperti diketahui, nama Gibran kembali mencuat di media sosial X, seseorang yang menggunakan nama akun @DokterTifa menuding Gibran menggunakan ijazah palsu untuk mengklaim pendidikan tinggi di Australia.
Ia menyebutkan, Gibran hanya lulusan setara kursus atau D1, bukan lulusan sarjana strata satu (S1).
Ia bahkan membandingkan ijazah anak sulung Presiden Jokowi itu dengan capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.
Melalui akun X @DokterTifa, ia mengungkap bahwa ijazah Anies sudah pasti jelas dan pantas dibanggakan. Ia juga menuliskan jejak akademis mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Amerika Serikat.
"Anies Rasyid Baswedan, SE, MPP, Ph.D. (Gelar) SE dari Universitas Gadjah Mada. (Gelar) MPP dari University of Maryland Amerika Serikat. (Gelar) Ph.D dari Northern Illinois University Amerika Serikat," tulis Dokter Tifa.
Reporter : Firdausi
