POJOKSATU.id - Shella Selpi Lizah adalah nama yang dikenal luas sebagai sosok inspiratif dalam perjuangan melawan kanker ovarium.

Cerita hidupnya merupakan kisah ketahanan dan keberanian yang mendalam dan menyentuh hati banyak orang.

Perjuangannya melawan kanker ovarium tidak hanya menonjolkan kekuatan individu.

Tetapi juga memicu kesadaran tentang pentingnya deteksi dini dan dukungan bagi pasien kanker.

Shella Selpi Lizah memulai perjalanan ini dengan semangat juang yang tinggi, menghadapi diagnosis kanker ovarium yang diterimanya pada usia yang relatif muda.

Baca Juga: Rara Pawang Hujan Diusir dari Aceh: Kontroversi Tindakan Syari'at Islam dan Keterlibatan Masyarakat

Kanker ovarium, yang dikenal sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga stadium lanjut, menjadi tantangan berat dalam hidupnya.

Di awal diagnosis, Shella menunjukkan keberanian yang luar biasa. Dia berkomitmen untuk menjalani berbagai pengobatan dengan tekad yang kuat.

Proses pengobatan termasuk operasi, kemoterapi, dan berbagai terapi pendukung.

Setiap tahap pengobatan adalah perjuangan berat, namun Shella tetap fokus dan tidak menyerah.

Baca Juga: Kejam! Driver Ojol Hina Pekerja Disabilitas, Netizen Naik Pitam

Shella juga menjadi suara bagi banyak wanita yang menghadapi kondisi serupa.

Dengan membagikan kisahnya secara terbuka melalui media sosial dan berbagai platform lainnya, dia berhasil meningkatkan kesadaran tentang kanker ovarium dan pentingnya pemeriksaan rutin.

Perjuangannya memberi inspirasi kepada banyak orang yang berada dalam situasi yang sama.

Perjuangannya tidak dilalui sendirian. Sang kekasih Albi dengan setia selalu menemani proses yang dijalani oleh Shella melawan kanker yang tengah menggerogoti tubuhnya.

Hingga pada akhirnya Albi menikahi Shella dua minggu yang lalu. Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama.

Hari ini, Shella dikabarkan meninggal dunia dalam prosesnya melawan kanker yang selama ini dideritanya.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah istri saya tercinta Shella Selpi Lizah Binti Didin Jaenudin," tulis Albi, dalam sebuah unggahan, dikutip Jumat (30/8/2024).

Baca Juga: FILM BIOSKOP Beragam Genre, Tayang MULAI SEPTEMBER 2024, Mana yang Seru Menurut Kamu?

Albi juga meminta maaf pada teman-teman Shella, termasuk warganet jika selama hidup sang istri ada salah dalam perbuatan dan perkataan.

"Untuk temen-temen Shella maafin ya, sekiranya Shella punya salah atau perkataan yang menyinggung teman-teman, mohon dimaafkan ya," lanjut Albi.

Kisah Albi dan Shella belakangan viral di media sosial.

Albi menemani Shella jauh sebelum menderita penyakit kanker ovarium.

Albi tetap setia menemani meski tahu Shella mengalami sakit itu.

Baca Juga: Pentingnya Memilih Snack Lezat dan Sehat agar Kucing Terhindar dari Stres

Selama menjalani perawatan tersebut, keduanya rutin membagikan aktivitasnya ke media sosial masing-masing.

Kesetiaan dan kesabaran Albi terhadap Shella menarik perhatian warganet. Albi bahkan setia mendampingi dan menemani Shella di rumah sakit.

Hingga akhirnya Albi menikahi Shella di pertengahan Agustus 2024 lalu.

Namun di saat usia pernikahan Shella dan Albi berusia dua minggu. Namun, Shella akhirnya berpulang.

Masyarakat merasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Shella.

Namun, mereka juga mengingatnya sebagai simbol kekuatan dan keberanian dalam menghadapi tantangan yang paling berat.

Banyak yang merasa terinspirasi oleh keteguhan dan semangat juangnya, yang telah memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Shella Selpi Lizah akan selalu dikenang sebagai wanita yang tidak hanya berjuang untuk hidupnya, tetapi juga berjuang untuk menyebarkan kesadaran dan memberikan harapan bagi orang lain.

Baca Juga: Heboh Monkeypox, Berikut Ciri-ciri Gejala, Penanganan, dan Pencegahan Penyakit yang Perlu Diketahui

Warisannya hidup dalam setiap orang yang telah dipengaruhi oleh kisahnya, dan perjuangannya terus menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.***