POJOKSATU.id - Sebuah unggahan video di Facebook yang menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Perahu terjadi erupsi ramai dibicarakan.
Unggahan tersebut mengklaim bahwa erupsi terjadi pada 7 Desember 2023 lalu.
Video itu menampilkan narasi "Detik-Detik Tangkuban Perahu Erupsi".
Apakah unggahan vido tersebut benar?
Unggahan video tersebut hanyalah hoaks.
Baca Juga: Nekat Mendaki Siap-siap Disanksi, Begini Alasan Semua Jalur Pendakian Gunung Gede PangrangoDitutup!
Dilansir dari kominfo.go.id dan cekfakta.tempo.co, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa unggahan video yang heboh itu merupakan erupsi Gunung Tangkuban Perahu pada 2019 lalu.
Erupsi tersebut tepatnya terjadi pada 26 Juli 2019.
Dikutip dari news.detik.com, erupsi yang terjadi di kawasan Tangkuban Perahu membuat objek wisata tersebut ditutup selama tiga bulan.
Asap yang bercampur abu vulkanik keluar dengan ketinggian mencapai 200 meter di atas puncak kawah.
Saat itu, letusan-letusan freatik terus-menerus terekam pada seismograf di Pos Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Untuk saat ini, Gunung Tangkuban Perahu berada pada level normal dan tidak terjadi erupsi yang membahayakan.***
