POJOKSATU.ID - Pengguna jalan tol di wilayah Sumatera perlu memperhatikan informasi penting ini.

Ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung akan ditutup sementara mulai 9 Februari hingga 11 Februari.

Penutupan dilakukan dalam rangka kegiatan pemeliharaan serta mendukung kepentingan pertahanan negara.

Penutupan sementara tersebut berdampak pada arus lalu lintas kendaraan yang biasa melintasi jalur strategis penghubung Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Baca Juga: Puasa Ramadan 1447 H menjadi momen refleksi untuk menerapkan prinsip ekonomi syariah yang adil, transparan, dan penuh keberkahan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh pengelola jalan tol dan pihak terkait.

Selama masa penutupan, kendaraan dari arah Terbanggi Besar maupun Kayu Agung tidak dapat melintas di ruas tol tersebut.

Sebagai solusi, pengguna jalan dialihkan melalui Gerbang Tol (GT) Lambu Kibang serta Simpang Pematang.

Kedua jalur ini disiapkan untuk memastikan konektivitas tetap berjalan meski akses tol utama ditutup sementara.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Peran Strategis BPVP Kemenaker Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai

Pihak pengelola menjelaskan bahwa penutupan dilakukan demi menjaga kualitas infrastruktur jalan tol agar tetap aman dan layak digunakan.

Pemeliharaan berkala dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah di kemudian hari, sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, penutupan ini juga berkaitan dengan kepentingan pertahanan negara.

Aktivitas tertentu memerlukan sterilisasi jalur dan pengaturan lalu lintas secara khusus, sehingga penutupan sementara menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan telah melalui koordinasi lintas instansi.

Masyarakat pengguna tol diimbau untuk mengikuti rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Pengemudi juga disarankan memantau informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas agar perjalanan tetap lancar dan aman.

Baca Juga: Jika Carry Over TPG 2025 Tidak Kunjung Cair, Apa yang Perlu Dilakukan Guru dan Apa yang Sebaiknya Dihindari

Bagi kendaraan logistik dan angkutan barang, penyesuaian rute menjadi hal yang perlu diperhatikan agar distribusi tidak terganggu.

Jalur GT Lambu Kibang dan Simpang Pematang diharapkan mampu menampung arus kendaraan selama masa penutupan berlangsung.

Penutupan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan pengguna jalan dalam menghadapi situasi darurat maupun kegiatan pemeliharaan infrastruktur.

Dengan perencanaan perjalanan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan, dampak penutupan diharapkan dapat diminimalkan.

Baca Juga: DPR RI Pastikan Layanan Kesehatan Aman 3 Bulan ke Depan, Iuran PBI Tetap Dibayar Pemerintah

Pemerintah dan pengelola jalan tol berkomitmen membuka kembali ruas tol tersebut setelah seluruh kegiatan pemeliharaan dan kepentingan pertahanan negara selesai dilaksanakan.

Masyarakat diminta bersabar dan mendukung langkah ini demi kepentingan bersama.

Dengan adanya informasi ini, pengguna jalan diharapkan tidak terkejut dan dapat menyesuaikan rute perjalanan.

Keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas tetap menjadi prioritas utama selama masa penutupan berlangsung.***