POJOKSATU.id - Polisi masih terus menyelidiki penyebab kematian Caroline Angelica, mahasiswi Uniar yang diduga bunuh diri di dalam mobilnya.
Dalam kasus dugaan bunuh diri Caroline Angelica ini, sejumlah barang bukti dari olah TKP sudah dikantongi polisi.
Selain itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi-saksi.
Baca Juga: Inilah Khasiat Minum Kopi Hitam di Pagi Hari
Total sudah 9 saksi yang diperiksa polisi.
Diantaranya satpam yang pertama kali menemukan korban, teman kampus dan keluarga Caroline Angalica.
Tidak hanya itu, polisi juga langsung melakukan penelusuran terkait momen terakhir korban.
Baca Juga: Polisi Bantah Penggerebekan Pesta Sabu di Salah Satu Kantor Desa di Karawang
Salah satunya adalah melakukan pemeriksaan di apartemen mahasiswi Unair Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) itu.
Dari situ, polisi mendapat keterangan dari adik korban dan sejumlah bukti pendukung.
Untuk diketahui, mahasiswi Unair asal Dhoho, Kota Kediri itu selama ini tinggal di sebuah apartemen di kawasan Genteng, Kota Surabaya.
Baca Juga: Mate Ningde
Di apartemen tersebut, Caroline tinggal bersama adiknya.
"Kami lakukan pemeriksaan ke apartemen korban, kebetulan disana korban tinggal dengan adiknya," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo.
Berdasarkan keterangan adik korban, Caroline meninggalkan aparteman pada Sabtu 4 November 2023, sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, mahasiwwi berusia 21 tahun tersebut pergi bersama seorang temannya.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola 7-8 November 2023: Kaya vs Yokohama, Shakhtar vs Barca, Milan vs PSG
Saat berpamitan, Caroline sempat memeluk erat adiknya. Hal yang tidak dilakukan korban setiap hari.
"Korban pamit pergi bersama temannya, kemudian memeluk adiknya dengan erat," tambahnya.
Setelah pamit meninggalkan apartemen dan adiknya, keberadaan Caroline sudah tidak diketahui lagi.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Tanggapi Kabar Bergabungnya Gibran ke Partai Golkar : Kita Sabar, Sabar Saja
Baru kemudian pada Minggu 5 Oktober 2023, Caroline Angelica ditemukan tidak bernyawa di dalam mobilnya.
Dari apartemen korban, penyidik juga menemukan sebuah buku catatan milik Caroline.
Buku catatan itulah yang kemudian menjadi petunjuk yang menguatkan perihal 2 surat wasiat korban.
Baca Juga: 12 Senpi Milik Syahrul Yasin Limpo Legal, Tapi KPK Tak Nyerah akan Telusuri Dugaan Gratifikasi
Dalam olah TKP, polisi sebelumnya menemukan 2 surat wasiat di saku celana Caroline.
Surat yang ditulis tangan tersebut berisi tentang alasan korban mengakhiri hidup.
Berdasarkan pemeriksaan, tulisan tangan di buku catatan itu identik dengan tulisan tangan pada 2 surat wasiat korban.
"Kami temukan tulisan tangan identik dengan surat wasiat, selain itu kertas yang digunakan juga identik," ungkapnya.
Kendati demikian, penyidik hingga kini masih enggan memastikan penyebab kematian korban.
Baca Juga: Prabowo Puja-puji Jokowi di Perayaan HUT Golkar : Bapak Kalahkan Saya, Tapi Bapak Ajak Saya Berteman
Apakah memang bunuh diri atau korban pembunuhan.
Sebab polisi sampai saat ini masih belum membuat kesimpulan dan menunggu hasil otopsi.
Selain itu, polisi juga akan melakukan uji toksikologi terhadap sampel-sampel organ dalam korban.
Baca Juga: Soal BI Cheking David Hendradjid, OJK Sesalkan Bank BRI yang Lalai Jalankan SOP
Uji toksikologi ini penting dilakukan untuk memastikan kandungan racun dalam tubuh korban.
Karena diduga mahasiswi Unair tersebut meninggal dunia akibat gas helium.
Dimana saat itu korban ditemukan dengan kepala terbungkus plastik dan leher dilakban yang terhubung dangan tabung berisi gas helium.
Baca Juga: Berencana Kirim Bantuan Senjata, Kapal Amerika Dibajak Warga
"Saya tidak mau memberikan kesimpulan yang prematur, saya harus beranjak dari pendekatan yang saintifik," tegas Andaru.***

