POJOKSATU.ID, Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), yang diidentifikasi dengan inisial (A), menjadi korban kekerasan oleh orang tua siswa lain.

Dari kejadian tersebut, A mengalami pendarahan pada kepala dan hingga menjalani perawatan di rumah sakit Kendari, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga: Arawinda Kirana Mengaku Jadi Korban Kekerasan Seksual, Ibu Amanda Zahra Tantang Sang Aktris Lapor Polisi

Orang tua korban yang bernama Ningsi menjelaskan, awalnya A sedang bermain dengan temannya. Kemudian teman ini terjatuh, saat berdiri ia langsung memukul korban.

Kata Ningsih, anaknya sempat membalas temannya itu, dengan mendorong temannya hingga terjatuh kembali karena tidak terima dipukul, sebelum akhirnya di damaikan oleh guru yang melihat kejadian tersebut.

Baca Juga: Jurnalis Korban Kekerasan Oknum Polisi di Bulukumba Melapor ke LBH Pers Makassar

Namun, dalam proses belajar mengajar, orang tua siswa yang di dorong tersebut yang berinisial (K) tiba-tiba muncul di kelas dan mencari korban.

Meskipun guru mencoba menghalau, (K) mengabaikan upaya tersebut dan langsung menyerang korban.

"Dia langsung datangi anakku, di pegang kepalanya terus dia hantam ditembok, pas kejadian itu anaku sudah tidak sadar," tutur Ningsi.

Baca Juga: Ratusan Perempuan dan Anak di Karawang Jadi Korban Kekerasan

Beberapa hari setelah insiden tersebut, A mulai mengeluh sakit kepala, dan pada hari ini, korban mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Pas dia kesekolah tadi, dia keluar lagi darah terus kita bawami dirumah sakit, hasil pemeriksaanya dokter karena mengalami benturan di kepala makanya harus dirawat," pungkasnya.