POJOKSATU.id - Kasus kopi sianida Jessica Wongso dan dengan korban Mirna Salihin kembali mencuat dan ramai diperbincangkan.
Mencuatnya kasus kopi sianida Jessica Wongso terjadi setelah munculnya film dokumenter Netflix berjudul Ice Cold Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Film dokumenter kasus kopi sianida Jessica Wongso itu resmi dirilis pada 28 September 2023 lalu.
Film dokumenter tersebut lantas viral dan mengubah pandangan publik.
Jika sebelumnya publik meyakini Jessica Wongso bersalah, kini publik berbalik dan yakin bukan Jessica pelaku pembunuh Mirna Salihin.
Pertanyaannya, siapa yang paling diuntungkan dari kemunculan film dokumenter Ice Cold Murder, Coffee and Jessica Wongso?
Baca Juga: Seluruh ASN di Purwakarta Tandatangani Pakta Integritas Netralitas ASN di Pemilu dan Pemilukada 2024
Hal itu pula yang disinggung dalam video podcast Deddy Corbuzier dengan Prof Edward Omar Sharif Hiariej.
Prof Edward Omar Sharif Hiariej sendiri juga menjadi salah satu sosok yang muncul dalam film dokumenter tersebut.
Untuk diketahui, Prof Edward Omar Sharif Hiariej adalah ahli pidana dalam kasus kopi sianida Jessica Wongso.
Baca Juga: Polda Jabar Segera Umumkan Status Hukum Tamara Bleszynski Terkait Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik
Dalam kesaksiannya, Prof Edward meyakini bahwa Jessica adalah pelaku pembunuh Mirna Salihin.
Hal itu didasarkan berbagai macam bukti yang ada dan juga hasil pemeriksaan serta penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
Mulanya, Prof Edward menceritakan perihal dirinya diminta oleh pembuat film dokumenter Ice Cold Murder, Coffee and Jessica Wongso sebagai salah satu nara sumber.
Usai diwawancarai, dirinya langsung mengonfirmasi hal tersebut kepada para jaksa dalam kasus kopi sianida.
"Sebenarnya kita kan hanya menceritakan tentang jalannya persidangan, dan tidak ke dalam materi perkara," ungkap dia.
Akan tetapi kemudian yang terjadi adalah bahwa yang diangkat dalam film dokumenter tersebut ternyata masuk ke dalam materi perkara.
"Kita sempat kaget juga karena kalau materi perkara itu membuka sesuatu yang sebetulnya sudah secara hukum sudah selesai," kata dia.
Baca Juga: Bukan Hanya Karena Populer, Ini Alasan Ayah Azizah Salsha Setujui Pratama Arhan sebagai Menantu
Karena itu film dokumenter Ice Cold Murder, Coffee and Jessica Wongso lantas memicu polemik di masyarakat.
"Makanya timbul polemik, timbul kontroversi. Apalagi di beberapa podcast menimbulkan distorsi atau menyesatkan imformasi kepada publik," jelasnya.
"Seharusnya kan dia tidak masuk pada meteri perkara, ya," sambungnya.
Hal senada juga disampaikan Shandy Handika, Jaksa pada kasus kopi sianida Jessica Wongso dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo.
"Kami memang tidak membahas sampai materi (perkara) saat itu. Permintaan Netflix saat itu juga bukan seputar materi tapi seputar persidangan," beber Shandy dikutip Pojoksatu.id, Selasa 11 Oktober 2023.
Baca Juga: Penertiban Lapak Pedagang Warpat di Puncak Bogor akan Direlokasi ke Gunung Mas
Dalam wawancara tersebut, dirinya sama sekali tidak membahas soal alat bukti karena kasus tersebut memang sudah incracht.
Shandy mengungkap, saat itu mereka meminta izin untuk mencari tahu versi jaksa dan apa yang dialami tim jaksa selama persidangan.
Deny Sumargo lantas menanyakan ketika film dokumenter tersebut resmi dirilis apakah sudah sesuai dengan ekspektasi.
Baca Juga: Gak Kapok Masuk Penjara, Masriah Kembali Buang Sampah di Depan Rumah Wiwik
"Sebenarnya tidak. Karena yang kami bayangkan gambaran seputar persidangan. Karena itu yang ditawarkan, bukan materinya," ungkapnya.
"Tapi ternyata saat film dokumenter itu muncul ternyata masuk ke dalam materi perkara," bebernya.***

