POJOKSATU.id - Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Pengurus Cabang Khusus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PCK ISNU) Taiwan menyelenggarakan kegiatan Road to Ramadhan di Mushala Al Amin, Zhongli, Ahad 15, Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membekali warga Nahdliyyin dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam menyambut bulan penuh berkah di tengah kondisi cuaca ekstrem awal tahun.
Rangkaian acara dimulai dengan tradisi Megengan, dilanjutkan pengecekan kesehatan gratis, muhasabah fiqih Ramadhan, serta workshop cerdas finansial.
Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa, PMI, pengurus lembaga, badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama di Taiwan, serta Ta’mir Mushala Al Amin Zhongli.
Ketua PCK ISNU Taiwan, Wahyu Nur H., menyampaikan bahwa kolaborasi dalam Road to Ramadhan 1447 H ini menjadi langkah strategis memperkuat kebersamaan diaspora Indonesia di Taiwan.
"Kolaborasi pada Road to Ramadhan 1447 H ini menjadi langkah strategis untuk meneguhkan kebersamaan, kerukunan dan kesatuan untuk menebar manfaat yang lebih luas bagi diaspora di Taiwan,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.
Menurut Wahyu, ISNU Taiwan memiliki peran krusial sebagai kader penggerak di bidang akademisi untuk mengisi ruang strategis dan memperkuat Ahlussunnah wal jamaah.
“Kami mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk turut berkhidmat di NU dan memperkuat dakwah Ahlussunah wal jamaah melalui jalur akademik dan intelektual,” ucapnya.
Ia menyebutkan hampir 100 peserta hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 62 peserta mengikuti layanan cek kesehatan gratis yang dipandu oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).
“Sebanyak 62 peserta mengikuti layanan cek kesehatan gratis yang dipandu oleh LKNU. Layanan ini bertujuan memastikan jamaah dalam kondisi fisik prima sebelum menjalankan ibadah puasa,” katanya.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan workshop cerdas finansial dan muhasabah fiqih Ramadhan yang juga diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan TikTok.
Materi finansial dinilai sangat relevan bagi para PMI sebagai pejuang devisa agar memiliki perencanaan masa depan yang matang.
“Edukasi mengenai pengelolaan keuangan merupakan materi yang sangat relevan bagi para pejuang devisa agar tetap memiliki perencanaan masa depan yang matang,” ujarnya.
“Pada sesi muhasabah mengupas tuntas fiqih puasa Ramadhan serta problematika ibadah di negeri minoritas muslim,” sambungnya.
Kegiatan ditutup dengan Megengan dan doa bersama yang dipimpin Ketua PCINU Taiwan Muhammad Ghofur serta doa dari Presiden Forum Silaturahmi Muslim Indonesia Taiwan (Fosmit).
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi awal dari program-program berkualitas lainnya yang mampu memberikan dampak nyata bagi umat agar Ramadhan 1447 H mampu mempertebal iman dan takwa kita semua,” ujar Wahyu.
Di negeri rantau, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga ukhuwah dan memperkuat iman.
Road to Ramadhan 1447 H ini menjadi bukti bahwa jarak tak pernah menghalangi kebersamaan dan semangat berkhidmat untuk umat.***

