POJOKSATU.ID - Ratusan mahasiswa bertopeng di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan demonstrasi dijalan. Demonstrasi ini digelar untuk menolak politik dinasti.
Ratusan mahasiswa bertopeng ini terdiri dari berbagai kampus yakni Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Mandala Waluya, dan Universitas Lakidende Konawe.
Mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulawesi Tenggara (AMARA).
Baca Juga: Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri, Polresta Kendari Amankan Pelaku
Ardianto, Koordinator aksi mengatakan, aksi tolak politik dinasti yang mempertahankan kekuasaan agar tetap berada dalam lingkaran keluarga haruslah ditolak karena telah merusak tatanan demokrasi.
"Putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia calon presiden dan calon wakil presiden kami nilai telah membuka ruang bagi politik dinasti," terang Ardianto dalam keterangan diterima Pojoksatu.id, Rabu (6/12/2023).
Menurutnya, putra Presiden Joko Widodo menjadi cawapres menunjukkan bahwa proses demokrasi Indonesia sudah menggunakan tahap Dinasti.
Baca Juga: Polresta Kendari Ringkus Pemuda Pengedar Sabu Disebuah Hotel
Kendati demikian, AMARA mengeluarkan petisi yang dinamai Petisi Desember AMARA Sultra.
"Kami yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan rakyat Sulawesi Tenggara menyampaikan secara terbuka petisi kami atas nama demokrasi kami yang tergabung dalam amara sultra menolak politik dinasti yang di peraktekkan oleh rezim hari ini," ujarnya.
Lanjutnya, AMARA menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menolak pelanggar ham terhadap jabatan publik di manapun di republik.
Baca Juga: Tulisan Pesan Penuh Dendam di TKP 4 Bocah Tewas Dibunuh Ayahnya di Jagakarsa Ditulis Pakai Darah?
"Kami AMARA Sultra merasakan negara saat ini tidak lagi berpihak pada kepentingan sistem demokrasi kita. Maka hanya ada satu jalan, lawan," pungkasnya.

