POJOKSATU.ID – Pemerintah bersama PT Solusi Sinergi Digital (Surge) dan OREX SAI telah membuka pra-registrasi Internet Rakyat 5G sejak November 2025.

Program ini digadang sebagai solusi akses internet rumah cepat, terjangkau, dan merata melalui teknologi Fixed Wireless Access (FWA) berbasis 5G. 

Internet Rakyat adalah layanan rumahan dengan modem yang terhubung secara nirkabel ke menara 5G, tanpa menggunakan kabel serat optik. 

Teknologi yang dipakai adalah Open RAN pada frekuensi 1,4 GHz. 

Baca Juga: Hantara Cikarang Rayakan Anniversary ke-6, Padat Aktivitas dan Musyawarah Chapter

Paket yang ditawarkan sangat menarik: kecepatan hingga 100 Mbps, data unlimited (tanpa kuota ketat), dan tarif mulai dari Rp 100 ribu per bulan. 

Beberapa laporan bahkan menyebut paket promo Rp 29.000 untuk periode tertentu. 

Modem pun tersedia secara gratis atau dengan kebijakan sewa tergantung mitra penyedia. 

Baca Juga: Ribuan ASN Terseret Judi Online, Gubernur Bobby Nasution Ajak Beralih ke Investasi Saham

Kenapa Program Ini Penting dan Menarik?

1. Menutup Kesenjangan Digital: Internet Rakyat hadir untuk menjangkau area yang sulit dijangkau kabel serat, terutama di daerah pelosok. 

2. Biaya Terjangkau: Tarif rendah dengan kecepatan tinggi membuat layanan ini relevan untuk pelajar, pekerja rumahan, dan UMKM. 

3. Instalasi Cepat Praktis: Karena berbasis FWA, pemasangan modem relatif mudah tanpa butuh penggalian kabel.

Baca Juga: Kabar Penting Pekerja! Iuran Pensiun BPJS TK Gunakan Batas Upah Baru, Ini Hitungannya Sampai Rp 9,5 Juta

Untuk menjadi calon pengguna, masyarakat bisa melakukan pra-registrasi melalui:

internetrakyat.id/register 

mytelemedia.id 

Langkah pendaftaran:

1. Isi data diri seperti nama lengkap, nomor HP aktif, dan email. 

2. Masukkan alamat lengkap (provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, RT/RW) dan kode pos. 

3. Tandai lokasi rumah di peta digital agar tim survei mengecek ketersediaan sinyal 5G di area. 

4. Setelah submit, calon pengguna akan mendapat notifikasi lanjutan terkait pemasangan dan ketersediaan layanan.

Paket reguler Internet Rakyat dibanderol sekitar Rp 100 ribu/bulan untuk akses unlimited hingga 100 Mbps. 

Menurut beberapa laporan, ada harga promo serendah Rp 29 ribu sebagai paket awal untuk beberapa wilayah atau pengguna tertentu.

Paket ini menggunakan teknologi 5G FWA, sehingga tidak menghadirkan kuota data terbatas seperti paket seluler. 

Baca Juga: TPP ASN Dipotong 30 Persen Pada 2026, Pemprov Kalteng Pastikan Bisa Dikembalikan Jika APBD Membaik

Meski ambisius, program Internet Rakyat juga menghadapi sejumlah pertanyaan:

Beberapa pengguna Reddit menyoroti bahwa syarat ketentuan serta kebijakan privasi di situs pra-registrasi sulit diakses atau bahkan tidak muncul saat pendaftaran.

Check box Syarat dan Ketentuan Kebijakan Privasi bisa dicentang tapi isinya tidak bisa dibaca. 

Ada keraguan soal ketersediaan di luar Jawa.

Baca Juga: Siskamling Kacapiring Soroti Rendahnya Kepesertaan BPJS, Warga Diminta Lebih Siaga Bencana

Menurut diskusi di komunitas online, jangkauan awal program digarap lebih dulu di Pulau Jawa dan beberapa daerah timur. 

Keberlanjutan layanan dengan tarif rendah juga menjadi pertanyaan publik apakah model bisnis akan tetap sehat dalam jangka panjang?

Menurut laporan, tahap awal peluncuran Internet Rakyat menargetkan wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. 

Tim Surge dan OREX SAI menyebut mereka akan membangun ribuan base station agar layanan bisa menjangkau semakin banyak daerah.***