Rizal Ramli, Kampanye Bagi-Bagi Uang itu Gaya Neolib!

rizal ramli, jokowi, pires 2019 dana desa
Rizal Ramli - Mantan Menko Kemaritiman. (jawapos.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rizal Ramli, ekonom senior yang kini digadang sebagai salahsatu bakal calon presiden untuk Pilpres 2019 menyindir gaya kampanye politik dengan cara bagi-bagi untuk kepada rakyat.


Menurutnya, aktivitas money politic tersebut merupakan gaya mazhab neoliberalisme, dan telah merusak kemandirian bangsa.

Rizal pun mencontohkan saat masa kampanye Pilpres, para calon biasanya akan menjanjikan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

https://twitter.com/PojokSatu/status/988440975004577792


Namun, setelah si calon itu terpilih, mereka kembali ke model ekonomi neoliberalisme yang telah dianut Indonesia sejak Orde Baru tersebut.

“Setiap kampanye pasti program pro rakyat dan kepentingan nasional yang dijanjikan, tapi setelah berkuasa neolib lagi kebijakannya,” kata Rizal  kepada wartawan di kediaman pribadinya seperti dikutip dari rmol, Senin (23/4/2018).

Padahal, ditegaskan mantan Menko Kemaritiman itu, sistem ekonomi neoliberalisme akan berdampak pada sistem perpolitikan nasional, dan ia yakin, neoliberalisme tidak akan melahirkan kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat banyak.

Dikatakannya, pola tersebut tak hanya terjadi di era Jokowi saat ini, namun juga telah terjadi di masa pemerintahan terdahulu.

“Setelah jadi (presiden), urusannya dengan rakyat terputus, kemudian rakyat tidak lagi cinta. Akhirnya dilanjutkan dengan kampanye yang aneh-aneh dan bagi-bagi uang,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia pun sangat menyayangkan para elite politik tidak pernah belajar dari kesalahan yang sama.

Ditegaskan Rizal, siapapun pemimpin Indonesia di masa depan harus berdiri di atas rel konstitusi, terutama dalam urusan ekonomi.

“Kalau dia berada di rel konstitusi, sudah pasti akan dicintai rakyatnya. Jadi tak usah kampanye yang aneh-aneh,” imbuhnya.

(rmol/qur/pojoksatu)