Ketua KAMMI Minta Parpol jadi Ormas jika Tak Usung Kader Sendiri di Pilpres 2019, Kalau PKS?

Jokowi resmi kembali diusung PDIP sebagai capres periode 2019-2014@PDI_Perjuangan.
Jokowi resmi kembali diusung PDIP sebagai capres periode 2019-2014@PDI_Perjuangan.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pilpres 2019 sudah di depan mata. Hingga saat ini, baru Joko Widodo (Jokowi) yang dideklarasikan sebagai calon presiden.


Akan tetapi, hingga detik ini pula, sosok cawapres pendampingnya pun masih diselimuti tabir gelap.

Meski begitu, calon petahan itu sudah mengantongi dukungan dari lima partai politik.


Selain PDI Perjuangan, juga ada Partai Golkar, Hanura, Nasdem dan PPP.

Poros Tengah dalam Pilpres 2019, Parpol Berani Gak?

Nah, dari lima parpol yang sudah menentukan sikap itu, hanya PDI Perjuangan saja yang mendeklarasikan kadernya sendiri sebagai calon presiden.

Kondisi tersebut, menggambarkan adanya kesan bahwa partai-partai tidak percaya diri alias tak pede mengusung kadernya sendiri.

Demikian disampaikan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Irfan Ahmad Fauzi.

“Kenapa kok tidak pada pede mengusung calonnya sebagai capres,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL (grup pojoksatu.id), Jumat (9/3/2018).

Prediksi Pilpres 2019 Fahri Hamzah: Prabowo Pasti Kalahkan Jokowi!

Jika memang tidak memiliki percaya diri, ia pun menyarankan agar parpol-parpol tersebut berubah menjadi ormas saja.

“Menjadi ormas saja,” tantangnya.

Sementara, untuk sosok calon presiden yang cukup mewakili umat Muslim di Indonesia, menurutnya, sosok itu harus memiliki keberanian tampil dan visi.

Selanjutnya, ia pun menyerahkan kepada publik untuk menilai apakah sosok tersebut layak atau tidak bertarung dalam Pilpres 2019.

Diam-diam Temui Megawati, Zulkifli Hasan Lamar Jokowi?

“Ini bagian dari upaya untuk mencari yang terbaik dari yang baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, banyak pihak meyakini Pilpres 2019 mendatang bakal dimeriahkan dengan tiga poros kekuatan.

Poros pertama tentu saja adalah koalisi pendukung Jokowi. Sedangkan poros kedua adalah kubu Prabowo Subianto yang hingga saat ini belum deklrasi.

Besar kemungkinan, poros ini akan diisi Gerindra dan PKS yang disebut-sebut sudah mencapai kata sepakat.

PBB Lolos, Yusril Ihza Mahendra Blak-blakan Bicara Capres

Nah, poros ketiga, dimungkinkan datang dari koalisi Partai Demokrat, PKB dan PAN yang belum menyatakan dukungannya.

Atau, skenario lain menyebut poros ketiga bisa jadi poros tengah dengan kekuatan parpol Islam. Yakni PPP, PKB, PAN dan PKS.

Jika poros ketiga benar-benar terjadi, kemungkinan ada tiga capres yang akan diusung.

Poros Ketiga Bisa Adang Jokowi, tapi Tidak untuk Menang

Yakni Agus Harumurti Yudhoyono (AHY), (Zulkifli Hasan) dan Cak Imin (Muhaimin Iskandar).

Sayangnya, berbagai lembaga survei independen mencatat, elektabilitas ketiganya masih sangat jauh dibanding Prabowo dan Jokowi yang selalu berada di urutan paling atas.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(wid/rm/ruh/pojoksatu)