Kepengurusan NU Layak untuk Dilanjutkan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar
Marwan_Jafar_besar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H. Marwan Ja’far

POJOKSATU – Pra Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 digelar di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Kota Medan, Sumatera Utara akhir pekan ini.

Dijabarkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Marsudi Syuhud, kegiatan ini secara khusus akan membahas isu-isu ekonomi, untuk selanjutnya dibawa dalam perumusan rekomendasi di Muktamar NU ke-33 yang akan diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, 1 hingga 5 Agustus 2015 mendatang.

“Termasuk, metode pemilihan Rais ‘Aam melalui Ahlul Halli wal Aqdi juga akan disosialisasikan dan dimatangkan di Medan,” ujarnya sebagaimana keterangan yang diterima redaksi.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H. Marwan Ja’far turut hadir dalam kegiatan Pra Muktamar ini. Dalam sambutannya, politisi PKB tersebut menyanjung kepengurusan Nahdlatul Ulama saat ini dan menyebutnya layak dilanjutkan.


“Kepengurusan NU saat ini yang digawangi Kiai Mustofa Bisri dan Kiai Said Aqil Siroj sudah bagus, dan layak dilanjutkan di periode berikutnya,” kata Marwan disambut tepuk tangan peserta Pra Muktamar.

Marwan menyebut lahir dan beroperasinya 23 Perguruan Tinggi/Universitas Nahdlatul Ulama, serta berkembangnya beberapa rumah sakit di kepengurusan NU lima tahun terakhir, adalah salah satu indikator keberhasilan yang layak dipertahankan dan ditingkatkan. Potensi untuk hal tersebut diakuinya sudah ada, tinggal diolah dan dikembangkan.

“Saat ini sedikitnya ada 7 kader Nahdlatul Ulama yang duduk di kabinet kerja, dan semuanya siap mendukung pengembangan NU ke arah yang lebih baik. Di Kementerian Ristek Dikti misalnya, ada banyak sekali beasiswa yang bisa diberikan untuk pengembangan sumber daya manusia NU,” urai Marwan seraya menyebutkan satu persatu kinerja positif kader NU di kabinet kerja. (ian/rmol/dep)