Ragu SBY Mau Maju Lagi di Kongres

Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Tudhoyono
Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Tudhoyono
Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Tudhoyono

POJOKSATU – Maju tidaknya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kongres mendatang masih menjadi perdebatan di internal Partai Demokrat. Di kalangan Dewan Pembina Demokrat, sudah dua orang yang mengatakan SBY tidak akan maju lagi.

Kongres Partai Demokrat sudah diputuskan akan digelar pada 9-11 Mei di Surabaya, Jawa Timur. Namun soal kandidat, sejauh ini belum ada kepastian siapa saja yang akan bertarung di kongres Partai Berlambang Mercy itu.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman meragukan kabar yang beredar bila SBY akan kembali bertarung di kongres. Soalnya, Hayono sendiri mengaku pernah mendengar SBY tidak mau lagi menjadi ketua umum.

“Saya belum mendengar be­liau (SBY) mencalonkan diri, karena saya ingat ada ucapan be­liau di masa lalu untuk tidak akan maju sebagai calon ketum Partai Demokrat,” ujarnya di Kantor Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, kemarin.


Menurut Hayono, hal yang menjadi ‘PR’ (pekerjaan rumah) bagi Demokrat yakni soal kaderi­sasi. Dia mendorong Demokrat mulai mengedepankan proses kaderisasi agar muncul tokoh-tokoh politik seperti SBY.

Ketua Ormas Kosgoro ini mendukung bila dalam kongres mendatang, ada nama lain di luar SBY yang ingin bertanding.Apalagi, saat ini sudah ada beberapa nama yang santer dikabarkan akan maju sebagai bakal calon ketua umum Partai Demokrat, seperti Marzuki Alie dan Gede Pasek Suardika.

“Silakan kalau ada yang men­coba maju menjadi ketua umum. Semua diserahkan ke peserta kongres,” tutur bekas Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

Namun dia mengingatkan, bila tugas ketua umum Demokrat mendatang tidak mudah. Ada tan­tangan besar yang akan dihadapi Demokrat di Pemilu 2019.

Pada pemilu 2014, lanjutnya, Partai Demokrat mendapat huku­man berat dari rakyat Indonesia.

Tak heran, bila perolehan suara sah secara nasional Demokrat mengalami penurunan yang drastis. Pemilu 2009, Demokrat berhasil menjadi partai peme­nang dengan memperoleh 21 persen suara.

“Tapi 2014, turun jauh men­jadi 10 persen saja. Itu hukuman yang harus kita terima sebagai peringatan kepada partai, bahwa ada di masa lalu para kader yang berbuat keliru,” kata anggota DPR ini.

Hayono juga tidak memper­masalahkan, bila dalam kongres nanti proses pemilihan ketua umum dilakukan secara aklamasi. Hanya syaratnya, kata dia, hanya ada satu calon saja yang maju.

“Tapi kalo calonnya lebih dari satu, tentunya harus ada pemili­han terbuka,” katanya.

Bukan hanya Hayono, ang­gota Dewan Pembina Partai Demorkat Achmad Mubarok juga meragukan soal kesiapan SBY maju di kongres. Menurut Mubarok, hingga saat ini SBY tidak pernah menyampaikan secara lisan maupun tertulis akan maju lagi jadi ketua umum.

“Belum pernah Pak SBY itu mengatakan akan maju di kon­gres besok. Penyebutan nama itu memang sengaja dimunculkan untuk menjaga soliditas kader,” ujarnya.

Menurut Mubarok, memun­culkan nama SBY sebagai calon ketum di kongres merupakan skenario yang sengaja diciptakan para elite Demokrat, termasuk dirinya. Tujuannya, agar Partai Demokrat tidak pecah dan tetap solid menjelang kongres nanti.

Sementara DPD Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli berharap SBY maju sebagai calon Ketua Umum di kongres nanti.

“DPD DKI beserta 6 DPC di DKI berharap Pak SBY berkenan maju sebagai calon ketua umum, ini sesuai denganhasil Rapimda 2014 dan Rakerda 2015 di mana SBY adalah satu sosok pemersatu yang diyakini akan membawa kemenanganDemokrat di 2019 nanti,” ka­ta Nchrowi Ramli dalam keteranganpersnya kepada wartawan di Jl Matraman Raya, Jakarta Pusat, kemarin.

Pria yang akrab disapa Bang Nara ini mengatakan, sepak terjang SBY dalam memimpin Partai Demokrat dan juga selama menjadi Presiden RI tak perlu diragukan lagi. Ia menilai, SBY adalah sosok bertangan dingin yang dapat menyelesaikan per­masalahan-permasalahan besar yang pernah melanda Partai Demokrat.

“Situasi yang sekarang berkembang kita anggap situasi luar biasa. Oleh karena itu kita menginginkan ketua umum yang disenangi rakyat dan teruji kepemimpinannya,” kata Nara.

Ia menegaskan, saat ini ham­pir seluruh DPD dan DPC Partai Demokrat telah memu­tuskan pilihan mereka untuk mendukung SBY. Sejauh ini juga belum ada calon lain yang menonjol seperti SBY.

“Saya juga kebetulan komu­nikasi dengan 33 DPD lain, 34 DPD Demokrat se-Indonesia suda mendukung SBY. Bahkan hampir 100 persen DPC juga mendukung,” tegasnya. (rmol/dep)