SBY Diminta Gelar Kongres di Cikeas

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono

POJOKSATU – Keinginan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin kembali Partai Demokrat akan menjauhkan ideologi partai yang mengedepankan demokrasi. Dukungan bermaterai yang diklaim telah diraih oleh SBY adalah tidak fair.

Demikian disampaikan politisi Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika usai membesuk koleganya yang juga mantan ketua umum Demokrat Anas Urbaningrum di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (26/3).

“Kalau Partai Demokrat mau kongres, saya usulkan kepanitiaan itu harus dibuat bersama. Jangan panitia merangkap tim sukses satu kubu,” jelas Pasek.

Kemudian, lanjutnya, di dalam tata tertib diharapkan dapat memunculkan calon ketum yang telah memperoleh 20 persen sampai 35 persen dukungan kader pemilik suara.


“Bukan berdasarkan surat bermaterai yang dibawa,” kata Pasek.

Dia menambahkan, dengan cara-cara klaim dukungan seperti itu sebaiknya SBY menggelar kongres di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat. Tidak perlu mengundang kader pemilik suara untuk mengikuti kongres.

“Kalau menggunakan surat bermaterai lebih baik kongresnya di Cikeas saja, sudah selesai itu. Karena lebih dari 90 persen sudah tanda tangan semua. Kalau pakai bermaterai kan itu jelas aklamasi, siapapun melawan tidak bisa,” beber Pasek yang juga maju sebagai calon ketum dalam kongres Mei mendatang di Surabaya.

“Kalau tetap mempertahankan satu calon, aklamasi, ada mobilisasi bermaterai ya saya kira publik akan tertawa. Kok kampanye Demokrat seperti itu,” tegas Pasek yang kini menjadi anggota DPD RI.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Agus Hermanto mengakui saat ini ada pengumpulan kontrak bermaterai menjelang kongres. Kontrak tersebut merupakan bentuk kesetiaan kader terhadap SBY. Namun dirinya mengklaim kontrak itu dibuat bukan atas permintaan SBY melainkan inisiatif dari DPP.

Agus juga mengklaim tidak ada intervensi dari DPP Pusat terkait kontrak loyalitas terhadap SBY. Menurutnya kontrak tersebut hanya bentuk dukungan agar SBY dipilih sebagai ketua umum Demokrat secara aklamasi pada kongres nanti.(dem/rmol/dep)