Agung Laksono: Tidak Ada Niat Singkirkan Orang-orang Ical

Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono
Agung Laksono
Agung Laksono

POJOKSATU – Partai Golkar mantap menyongsong pemilihan kepala daerah (Pilkada) serektak gelombang pertama yang akan digelar pada Desember 2015.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar H.R. Agung Laksono setelah pemerintah menerbitkan surat keputusan (SK) yang mengakui kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta.

Menurut Agung, keputusan tersebut akan berimplikasi pada perubahan struktur kepengurusan Golkar hingga ke tingkat bawah. Apalagi sebagian besar pengurus DPD Golkar telah habis masa baktinya.

Ia pun membantah perubahan struktur tersebut untuk menggusur orang-orang Aburizal Bakrie (Ical) jelang perhelatan pilkada. Menurutnya, musyawarah daerah (Musda) di sejumlah tempat akan digelar semata-mata sebagai bentuk konsolidasi organisasi.


“Dengan adanya SK dari Menkumham, maka segala kebijakan di bawah kendali kepemimpinan kami. Tidak ada lagi kevakuman dalam kebijakan strategis partai. Secara legal formal Partai Golkar dapat mengikuti Pilkada serentak yang pendaftarannya dimulai Juni 2015 dengan kewenangan kepemimpinan kami. Karena itu kita perlu segera melakukan konsolidasi,” kata Agung seperti diberitakan JPNN (Grup Pojoksatu.id), Selasa (24/3).

Mantan Menko Kesra ini kembali menegaskan, jika nanti dalam Musda pengurus yang lama tidak lagi terpilih, maka hal tersebut semata-mata proses yang harus dihargai semua pihak. Bukan karena niat ingin menyingkirkan orang-orang yang diduga masih berpihak kepada Ical.

“Kalau nanti yang lama terpilih lagi, tidak apa-apa. Kalau ada yang baru juga bagus. Nanti juga akan diatur batas waktu menjabat misalnya dua periode agar ada regenerasi, penyegaran. Kami tidak henti-hentinya mengajak seluruh kader partai di pusat maupun di fraksi, membangun kembali Golkar menuju kejayaan partai. Tidak perlu lagi melihat masa lalu,” tukasnya. (rus/rmol/dep)