Kubu Agung di Lantai Satu, Pro Ical di Lantai Dua

Aburizal Bakrie dan Agung Laksono

aburizal arb - agung laksono

POJOKSATU – Konflik di internal Partai Golkar sudah merembet ke daerah. Di Aceh misalnya, pengurus Golkar di sana sudah terbelah menjadi dua kubu. Menariknya, mereka berkantor di satu gedung.

Kubu Abu Rizal Bakrie (ARB) alias Ical telah memecat Sulaiman Abda dari jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh, karena Wakil Ketua DPR Aceh ini lebih memilih menyeberang ke kubu Agung Laksono.

ARB lantas menunjuk Yusuf Ishak, mantan Ketua DPRK Pidie sebagai Plt Ketua DPD I Golkar Aceh. Sedang Muntasir Hamid, Ketua DPD II Golkar Banda Aceh, ditunjuk sebagai sekretaris Golkar Aceh.


Semenjak itu, Yusuf Ishak dan Muntasir Hamid mulai berkantor di Kantor DPD I Jalan STA Mahmudsyah, Banda Aceh. Sedang Sulaiman juga berkantor di sana.

Kubu ARB atau Ical menguasai kantor Golkar lantai dua. Sementara kubu Munas Ancol berkantor di lantai satu.

Wakil Sekretaris Golkar versi Munal Ancol Hendra Budian, kepada Rakyat Aceh (Grup Pojoksatu.id), Minggu (22/3) menyatakan tidak ada aksi perebutan kantor DPD I Golkar, sebagaimana informasi yang berkembang.

Dikatakan, secara hukum kubu merekalah yang berhak menjalankan roda organisasi, apalagi Menkumham sudah secara jelas mengakui hasil Munas Ancol.

Menurut Hendra, kehadiran Yusuf Ishak dan Muntasir Hamid di Kantor DPD I sah – sah saja karena mereka merupakan bahagian dari kader Golkar.

Sementara itu, Yusuf Ishak, saat dihubungi Rakyat Aceh, kemarin, menyampaikan jika dirinya dan pengurus lainnya sudah mulai berkantor di Jalan STA Mahmudsyah, sama seperti sebelumnya.

Meski begitu, dirinya menolak istilah berbagi kantor dengan kubu Sulaiman Abda, karena menurutnya, kantor Golkar hanya satu. “Kita di Aceh tidak ada masalah, kita semua bersaudara, kalau dengan berbeda etnis saja kita bisa akur kenapa dengan sesama orang Aceh kita bisa bersama,” kata Yusuf Ishak. (Slm/sam/jpnn/dep)