Dugaan Dokumen Palsu Golkar, Bareskrim Cari Dokumen Pembanding

Aburizal Bakrie dan Agung Laksono

aburizal arb - agung laksono

POJOKSATU – Bareskrim Mabes Polri berupaya mencari dokumen pembanding untuk menelisik dugaan dokumen palsu dalam munas Partai Golkar di Ancol atau kepengurusan versi Agung Laksono. Dokumen pembanding itu penting untuk memastikan apakah tuduhan dokumen palsu tersebut benar.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Budi Waseso mengatakan, kalau ada dokumen palsu, mesti dicari dokumen aslinya. ”Fungsinya tentu untuk membandingkan dengan dokumen-dokumen yang telah dimiliki Bareskrim,” paparnya.

Hingga saat ini, belum semua dokumen pembanding itu didapatkan. Harapannya, pelapor juga membantu untuk mendapatkan dokumen tersebut. ”Kami sedang mengupayakan agar semuanya selesai,” jelasnya.


Langkah lain, dokumen yang diduga palsu itu akan diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan keaslian tanda tangan setiap orang yang ada dalam dokumen tersebut. ”Tanda tangan ini juga dipelajari,” ujarnya.

Salah satu contoh adalah dokumen kehadiran yang mencantumkan tanda tangan seseorang. Tapi, seseorang itu ternyata diklaim tidak datang. Lalu, pertanyaannya, siapa yang menandatangani daftar hadir tersebut. ”Semua itu yang sedang dipastikan,” kata dia.

Soal pemeriksaan saksi, dipastikan Bareskrim telah memanggil kedua pihak. Baik kubu munas Ancol maupun Bali (kubu Aburizal Bakrie). Harapannya, setiap pihak bisa menjelaskan dengan jujur permasalahan tersebut. ”Sudah kami panggil. Pekan depan akan diperiksa,” paparnya.

Yang pasti, Bareskrim akan sangat berhati-hati dalam menyelesaikan kasus tersebut. Pasalnya, perkara itu berkaitan dengan polemik politik sebuah partai. ”Dalam semua kasus memang berhati-hati, ini juga harus. Makanya, perlu dibuat tim khusus,” ucap dia. (idr/bay/gun/aph/c11/sof/dep)