Agung : Ical Boleh Pilih Jabatan Apa Saja, Asal Jangan Sekjen

Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono
Agung Laksono
Agung Laksono

POJOKSATU – Ketua Umum Partai Golkar Versi Jakarta, Agung Laksonomembujuk Aburizal Bakrie (Ical) cs bergabung di jajaran kepengurusannya untuk periode 2015-2020.

Agung Laksono menjan­jikan Ical cs untuk menempati satu kursi wakil ketua umum Partai Golkar, wakil sekretaris jenderal, fungsionaris DPP dan lain sebagainya.

“Dengan adanya surat Menkumham bahwa nanti DPP kami yang berhak mengusulkan. Saya membuka selebar-lebarnya ke­pada meraka yang ingin bergabung. Kita welcome untuk duduk bareng,” ujar Agung kepada Rakyat Merdeka (Grup Pojoksatu.id), kemarin.

Menurutnya, posisi yang bakal diberikan ke kubu Ical sangat banyak, mulai dari kursi wakil ketua umum, DPP, wakil sekjen dan lainnya. Tinggal disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan di bidangnya masing-masing.


“Tapi untuk posisi sekjen tidak bisa,” tegas Mantan Ketua DPR itu.

Lalu bagaimana dengan posisi Ical? Agung menuturkan, ban­yak yang menyarankan agar Ical diberikan posisi sebagai ketua Dewan Pertimbangan. Namun, Agung tidak mengetahui apakah Ical bakal menerima atau tidak.

“Pada intinya kami membuka pintu. Kami tidak ingin mem­bangun permusuhan.”

Untuk merealisasikan itu, Agung merencanakan untuk bertemu dengan Ical guna mem­bicarakan kabinet Golkar ke depan.

“Kita akan bertemu Pak Ical, kami jemput bola. Supaya situasi kondusif dan bisa me­nyelesaikan agenda partai,” katanya.

Wakil Ketua Umum Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, sesuai amanat Mahkamah Partai, pihaknya diminta untuk mengakomodasi kubu Ical.

“Kami akan membuka pen­gurus bagi siapapun kader. Yang pasti kita akan seleksi sesuai den­gan amanah Mahkamah Partai, harus PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela),” kata Priyo di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (11/3).

Lebih lanjut, saat ditanya apakah pengurus Agung akan mengizinkan Ical bergabung, Priyo terdiam sejenak. Politikus yang pernah dicabut dari keang­gotaannya oleh Ical ini hanya berkata singkat.

“Ical itu PDL,” kata Priyo.

Priyo menegaskan, siapa saja bisa masuk ke pengurus jika ingindan memenuhi syarat. Tanpa terkecuali.

“Kami bahkan siap membuat formatur baru jika memang dibutuhkan,” kata Priyo.

Priyo hanya tersenyum ketika ditanya wacana memberikan posisi setingkat ketua harian atau ketua pembina untuk Ical. Wakil Ketua DPDIPapua, Jhon Tabo meminta pasca putusan Menkumham, kader Golkar bisa bergandengan tanganmembangunkonsolidasi untuk mem­persiapkan pilkada di daerah dan memperjuangkan program yang lebih besar.

Di tempat terpisah, Menkumham, Yasonna mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait di­sahkannya kepengurusan Agung Laksono. Sebab, kata Yasonna, hal tersebut masih terkendala Agung yang belum memberikan nama-nama kepengurusan yang baru tersebut.

Yasonna juga mengakui lam­bannya Agung memberi surat kepengurusan Partai Golkar hasil Munas IX Ancol karena belum mengakomodasi kader-kader dari kubu Ical.

“Nanti bagaimana bergantung kepengurusan yang memasuk­kan dengan mengakomoda­si pihak-pihak dari berbagai kubu tersebut,” kata Menteri Yasonna di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly secara sepi­hak mengakui kepengurusan Partai Golkar versi kubu Agung Laksono. Padahal, Mahkamah Partai yang menjadi rujukan­nya tidak pernah memutuskan apapun terkait dualisme kepen­gurusan Partai Golkar.

Partai Golkar kubu Aburizal telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Gugatan masih berproses dan hakim belum mengetuk palu vonis. (rmol/dep)