Ini Langkah Jokowi Hindari Jerat Megawati

Jokowi
Jokowi
Jokowi

POJOKSATU – Semakin kelihatan beberapa sikap yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo terkait kasus KPK-Polri. Dengan sejumlah tanda yang dia tunjukkan beberapa hari belakangan, sepertinya presiden yang dikenal merakyat ini terus berusaha menghindari jerat dari elit partai pendukungnya. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari, mengatakan Jokowi tidak bisa leluasa mengambil keputusan dalam tempo seratus hari masa kerjanya. Jokowi dianggap masih terjebak dalam tarikan internal partai pengusung. “Aspirasi dia sebagai presiden berbeda dengan aspirasi pemimpin partai, jadi tarik menarik,” kata Qodari Kamis (29/01).

Publik mempersoalkan ketidaktegasan Jokowi dalam menyelesaikan konflik KPK-Polri. “Untuk sekarang, saya lihat dia rentan karena lagi-lagi dia tak pegang kekuatan partai. Ada tekanan dari internal partai,” kata dia.

Dari sejumlah rentetan peristiwa yang terjadi belakangan, kuat dugaan bahwa dirinya sedang melakukan sejumlah manuver untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Seperti diberitakan sebelumnya, ini beberapa peristiwa yang menunjukkan sikap menghindar tersebut.

Berharap pada Tim Sembilan


Presiden Jokowi mulai mencari masukkan di luar kalangan partai pengusung. Meminta masukkan dari tim independen yang dianggap profesional dan berpengalaman dalam urusan kenegaraan, menjadi salah satu upaya pilihan. Ia meminta tim bisa membantu dirinya mengambil keputusan atas perseteruan antara KPK-Polri.

“Banyak sekali yang kami sampaikan, dan beliau setuju sekali, tapi tidak untuk diumumkan,” kata mantan ketua MK, Jimly Asshiddiqie. (baca: Ada 5 Sinyal Jokowi Batalkan Pelantikan BG Jadi Kapolri) 

Pernyataan Buya Syafii Maarif

Besar sekali harapan Jokowi atas masukkan dari Tim 9. Ia berharap, tim tersebut bekerja secara profesional untuk memberi masukkan, yang akan mengakhiri polemik antara KPK-Polri. Syafii, usai bertemu Jokowi memberikan pernyataan menjurus sebagai sinyal dari Jokowi. Ia secara jujur mengatakan kalau keinginan untuk melantik Komjen Budi Gunawan bukan dari Jokowi. (baca: Watimpres: Bukan Jokowi yang Ngotot BG Jadi Kapolri)

Menerima Prabowo Subianto di Istana Bogor

Berbagai kemungkinan bisa terjadi dalam segala kondisi. Menyikapi ketegangan politik yang terjadi akhir-akhir ini, Jokowi justeru menerima rival politiknya pada Pilpres kemarin. Ia menerima Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto di Istana Bogor, Kamis sore, 29 Januari 2015 di Istana Bogor. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan dukungannya bagi pemerintahan Jokowi-Kalla.

“Saya komitmen untuk dukung usaha bersama kita, beliau adalah eksekutif dan kami di luar eksekutif. Sama-sama ingin menjaga keutuhan bangsa, bertekad mengurangi kemiskinan dan menjaga kekayaan bangsa,” kata Prabowo usai bertemu Jokowi. (ril)