Massa SBY vs Jokowi Perang di Medsos

Jokowi-SBY

Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden SBY kembali saling sahut di media sosial (medsos). Yang jadi pembahasan kali ini mengenai politik pembersihan rezim”. Kontan saja, aksi saling suhut ini dikomentari para netizen.

Saling sahut ini diawali dengan tulisan SBY dalam akun facebook pribadinya yang berjudul Polri Kita”. Tulisan ini diunggah Senin lalu (19/1), pukul 13.19 siang. Tulisan ini langsung menjadi popular. Sampai pukul 9 malam tadi, sebanyak 61.394 pemberi akun memberi jempol tulisan SBY. Komentarnya mencapai 4.587 orang dan yang membagikan ke akun lain sebanyak 1.897 orang.

Tulisan SBY ini cukup panjang. Ada 15 paragraf, 1.488 kata, dan 10.704 karakter. Awal tulisan SBY itu sebenarnya membahas masalah yang terjadi pada kepemimpinan Polri saat ini. Namun, di tengah-tengah tulisannya, SBY melebar ke politik pembersihan rezim. SBY mengaku mendengar isu ada pembersihan orang-orang SBY” baik di tubuh TNI, Polri, dan di aparatur pemerintahan.


Saya terhenyak. Karena kalau yang dianggap orang-orang SBY itu adalah yang ada dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, yang sesungguhnya adalah posisi politik (political appointee), hal itu masih masuk akal. Tetapi, kalau para perwira TNI dan Polri profesional, atau para eselon satu jajaran pemerintahan yang statusnya adalah abdi negara itu diistilahkan sebagai ‘orang-orang SBY’, menjadi tidak masuk akal. Jika setiap pejabat tinggi yang bertugas di era SBY harus segera diganti alias dibersihkan, karena dianggap sebagai orang-orang SBY alangkah malangnya mereka. Apa salah dan dosa mereka?” tulis SBY.

SBY sendiri mengaku tidak yakin Jokowi akan melakukan pembersihan itu.

Kalau hal itu terjadi, bagaimana pula nanti jika Presiden baru pengganti Pak Jokowi juga melakukan ‘pembersihan’ yang sama. Namun, Presiden Jokowi memiliki kewenangan penuh untuk mengangkat dan memberhentikan seseorang sesuai dengan urgensi dan kebutuhannya. Beliau yang akan menggunakan. Beliau tentu ingin sukses memimpin kita semua 5 tahun mendatang ini. Tentu semuanya dilakukan sesuai dengan norma, aturan dan etika yang berlaku,” sambungnya.

Meski begitu, Jokowi tetap merasa perlu menanggapi pernyataan SBY itu. Selasa siang, tepatnya pukul 12.13 WIB, Jokowi menulis sebagai balasan bagi tulisan SBY. Memang tidak sepanjang tulisan SBY. Tulisan Jokowi ini hanya terdiri atas 5 paragraf, 232 kata, dan 1.702 karatker. Namun, penyataan Jokowi ini tidak kalah popular dari tulisan SBY. Hanya berselang sembilan jam, tulisan Jokowi ini sudah disukai oleh sebanyak 56.279 orang, dikomentari oleh 5.325 orang, dan dibagi-bagikan ke akun lain sebanyak 1.175 orang.

Dalam tulisan itu, Jokowi dengan tegas mengatakan tidak melakukan politik pembersihan rezim. Tidak ada itu istilah ‘pembersihan orang-orang Bapak SBY’. Kita tidak sedang mengalami ‘patahan politik’, juga tidak sedang dalam pertempuran antar generasi. Justru sekarang ini perjalanan tatanan pemerintahan dilakukan secara gradual dan juga memperhatikan benang merah segala kebijakan,” tegas Jokowi dalam awal tulisannya.

Jokowi berkomitmen melanjutkan kebijakan yang bagus peninggalan SBY. Untuk yang kurang akan diperbaiki, yang bagus akan ditingkatkan. Kalaupun ada pergantian-pergantian pejabat di tubuh pemerintahan, itu hanya sirkulasi manajemen pejabat publik, dan itu hal yang biasa untuk penyegaran manajemen tata kelola kebijakan publik,” katanya.

Saling sahut ini ternyata tidak hanya terjadi antara SBY dan Jokowi. Para pendukungnya ikut saling sahut. Aku Candra Zuharfian misalnya mengaku salut dengan pemikiran SBY dan menyindir Jokowi dengan menyebut suka ngawur dalam membuat kebijakan. Aduh Pak SBY, Pak Presiden sekarang makin ngawur, tolong nasehati dong,” tulis Muhammad Hidayah.

Akun Khimaya Alrasyid mengaku sangat bangga memiliki presiden ke-6 seperti SBY dan kecewa memiliki presiden ke-7 seperti Jokowi. Hebat Pak SBY, Anda memang putra terbaik bangsa yang luar biasa. Kami sangat menyayangi dan mencintai Bapak,” tulis akun Ali Ernelita.

Pendukung Jokowi tentu tidak diam sama. Akun Rudi Iwanta menyebut Jokowi sebagai presiden yang tegas dan berani. Jokowi berani menolak grasi gembong narkoba, berani melawan DPR, berani menenggalamkan kapal asing pencuri ikan, berani mengobrak-abrik mafia migas.

Tidak salah bangsa Indonesia telah memilihnya putra terbaik yang lahir dari rahim rakyat dan melahirkan pemimpin yang berkwalitas yaitu Joko Widodo,” tulisnya.

Akun Hendrik Witarsa mendorong Jokowi untuk maju terus. Jokowi tidak perlu terlalu menggubris ucapan-ucapan SBY. Pak Jokowi pancen hebat tenan,” tulis akun Mbok Darmi. (rmol)