DPRD Jabar Desak Pemerintah Siapkan RSUD di Setiap Daerah

Yomanius Untung
Yomanius Untung
Yomanius Untung

POJOKSATU – DPRD Jawa Barat mendesak pemerintah untuk membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) di setiap daerah pelosok. Hal ini penting sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung mengatakan, Pemprov Jabar perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Terlebih, pada 2015 ini, anggaran di bidang kesehatan mengalami kenaikan yang cukup besar.

“Bahkan mencapai 10 persen dari APBD Jabar yang sebesar Rp 24,7 triliun. Hal itu seiring dengan evaluasi Kemendagri terhadap APBD Jawa Barat,” kata Untung.

Sebagai contoh, Untung menilai perlu adanya pembangunan rumah sakit di Kabupaten Pangandaran. Pembangunan RSUD di Pangandaran sangatlah penting mengingat saat ini masyarakat disana hanya bisa mengakses layanan kesehatan di puskesmas.


“Di sana baru tahap puskesmas, sehingga rujukannya ke Banjar atau Ciamis. Kita berharap pembangunan RSUD Pangandaran lebih didahulukan ketimbang RSUD yang lainnya,” kata Untung.

Beberapa waktu lalu, kata dia, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah menyatakan akan mengoptimalkan layanan RSUD di setiap kabupaten/kota di Jabar. Pihaknya pun sangat mengapresiasi wacana dari Pemprov Jabar tersebut.

“Semangat Gubernur sekurang-kurangnya akan dibangun dua RSUD di setiap kabupaten/kota. Kita harapkan Gubernur bisa merealisasikan itu secepatnya,” katanya.

Untung berharap, pemerintah membangun RSUD di daerah yang belum ada rumah sakitnya. Terlebih, kata dia, hingga saat ini terdapat beberapa kabupaten kota yang belum memiliki RSUD.

“Kita minta yang diprioritaskan adalah lokasi atau daerah yang belum ada RSUD,” jelasnya. Lebih lanjut Untung katakan, saat ini pemprov terus mengembangkan layanan kesehatan seperti rencana pengembangan rumah sakit Al Ihsan Bandung.

Pemprov Jabar menganggarkan sekitar Rp 289 miliar untuk pengembangan rumah sakit tersebut. “Ada kenaikan anggaran sekitar Rp 150 miliar, tentunya itu harus diimbangi dengan pelayanan yang optimal. Tapi saya sendiri belum tahu kenapa semua diarahkan ke Al Ihsan,” ungkapnya. (agp)