Unik, Koalisi Jokowi dan Prabowo Bersatu Dukung Budi Gunawan

Budi Gunawan

Setelah lama terpecah, dua koalisi politik di DPR RI yaitu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) bersatu dalam proses uji kelayakan calon Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan.

Hal itu yang dianggap anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat, jadi salah satu sisi positif penunjukan Budi Gunawan oleh Presiden Joko Widodo. Di samping itu, ada juga peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“KPK menjadi pahlawan mencairkan KMP dan KIH.  Kami di Komisi III, baru tiga hari ini bisa rapat bersama seluruh fraksi. Sebelumnya, tidak pernah selama tiga bulan ini bisa rapat bersama,” kata politisi senior di Partai Gerindra ini dalam pesan singkat kepada Kantor Berita Politik RMOL.


Menurutnya, kasus Komjen Pol Budi Gunawan, mulai dari pencalonannya sebagai Kapolri sampai kemudian dijadikan tersangka korupsi oleh KPK, telah membuat suasana perseteruan antara KMP dan KIH yang terjadi selama ini langsung cair.

“Tidak ada lagi perbedaan antara KMP dan KIH, yang ada sekarang adalah persatuan. Bersatu mendukung Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri yang sebelumnya dijadikan tersangka oleh KPK. Saya kira Komisi III akan memberi inspirasi pada anggota DPR di Komisi-Komisi lain untuk bersatu,” ujar Martin.

Menurut Martin, kenyataan ini mengingatkan semua orang bahwa tidak ada musuh yang abadi dalam politik. Secara tak langsung, KPK telah “berjasa besar” untuk mencairkan perbedaan-perbedaan politik di DPR selama ini.

“Dilihat dari sisi berbeda, masyarakat sudah bisa gembira karena wakil-wakilnya di DPR akan rukun kembali karena kasus Komjen Budi Gunawan ini. Komisi III sudah bersatu menyetujui usul Presiden menjadikan Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Inilah uniknya DPR ,” tutup Martin. (RMOL)