Hadiri Munas Tandingan, Indra Klaim Masih Ketua Golkar Riau

Indra Muchlis Adnan. Foto: Riau Pos/JPNN
Indra Muchlis Adnan. Foto: Riau Pos/JPNN
Indra Muchlis Adnan. Foto: Riau Pos/JPNN

pojoksatu.id – Pengurus-pengurus DPD I dan II terus berdatangan ke lokasi Munas IX Golkar tandingan di Ancol, Jakarta Utara. Hingga Sabtu (6/12) sore setidaknya JPNN.com sudah bertemu DPD I Riau, yakni mantan ketua DPD I Indra Muchlis Adnan.

Dia hadir sebagai sebagai Ketua DPD sekaligus waketum MKGR. Namun, mantan Bupati Indragiri Hilir, Riau itu merasa masih pengurus DPD yang sah karena dia dipecat Ketum Aburizal Bakrie (Ical) lewat kudeta oleh Gubernur Riau non aktif Anas Maamun (kini tahanan KPK) akhir 2013 lalu.

“Saya datang sebagai ketua Golkar Riau, jadi jabatan saya sampai 2015, tapi saya melalui kesalahan Mahkamah Partai diganti tiba-tiba oleh Ical. Banyak lagi kader lain yang dipecat tanpa bisa melakukan pembelaan,” kata Indra di Ancol.

Sebagai waketum MKGR, Indra mengaku ikut menghadiri Munas IX di Bali. Hanya saja dirinya ditolak oleh pecalang memasuki lokasi Munas. Karena tak ingin membuat keributan, dia akhirnya kembali ke Jakarta.


“Di Bali saya hadir sebagai waketum ormas MKGR, akhirnya saya kembali ke Jakarta. Buat apa saya ribut. Yang menerima pecalang-pecalang, bukan orang Golkar. Munas inilah (Ancol) yang konstitusional,” tegasnya.

Dia kembali menyinggung soal pemecatannya sebagai Ketua DPD menjelang pemilihan Gubernur Riau lewat proses kudeta yang terus dipertanyakannya dalam rapat pimpinan Golkar.

“Saya pertanyakan juga ke Mahkamah Partai, satu tulisan pun tidak ada jawaban dari mahkamah. Karena itu saya menganggap saya masih ketua. Pengganti yang mengkudeta saya sudah masuk penjara (Gubernur Riau non aktif Anas Maamun),” tegas Indra.(fat/jpnn)