BEKASI.POJOKSATU.ID - Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta (PKPKM) bersama Koalisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI) menuntut Lippo Group yang dipimpin James Riady untuk segera mengembalikan uang para korban investasi di Apartemen Meikarta.
Mereka mengklaim telah menjadi korban dari promosi apartemen yang awalnya menjanjikan fasilitas mewah dan keuntungan investasi yang signifikan.
"Kami bersama korban Meikarta mendesak Lippo Group untuk mengembalikan dana mereka," kata Mery, perwakilan KNPRI, Selasa, 24 Desember 2024.
Anggota PKPKM, Yosafat, menuturkan bahwa para korban awalnya tergiur dengan iklan Meikarta yang menawarkan kemewahan dan nilai investasi tinggi.
Baca Juga: Persaingan Ketat di Final Round Super Indonesia Drag 2024 di Sirkuit Meikarta
Namun, setelah tujuh tahun, banyak korban tidak mendapatkan unit apartemen sesuai Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), sementara uang mereka terus tergerus inflasi.
"Nilai investasi tidak bertambah. Bahkan uang yang ditanamkan menyusut, karena korban tidak menerima unit seperti yang dijanjikan," ujar Yosafat.
PKPKM mengungkapkan bahwa para korban telah menempuh berbagai jalur hukum, termasuk laporan polisi, somasi, dan gugatan ke Pengadilan Negeri Cikarang.
Namun, langkah hukum tersebut gagal membuahkan hasil. Sebagai tindak lanjut, mereka menggelar berbagai aksi di depan kantor Bank NOBU, Mahkamah Agung RI, OJK, Bank Indonesia, dan DPR/MPR RI untuk menyuarakan tuntutan mereka.
"Kembalikan uang para korban, bukan meminta uang baru. Mereka hanya ingin dana yang sudah diinvestasikan di apartemen tersebut dikembalikan," tambah Yosafat.
Baca Juga: Balap Motor JOCELL DRAGBIKE 201-M: Ajang Bergengsi Tahun 2023 di Meikarta Central Park Cikarang
Dalam aksi ini, para ibu-ibu dari KNPRI secara serentak menyatakan kesiapan untuk mendukung korban. "Kami akan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperjuangkan keadilan," tegas mereka.
Seorang korban, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan harapannya, "Meikarta, kembalikan uang kami." Pernyataannya disambut dukungan penuh dari peserta aksi dengan seruan, "Lawan oligarki!"***


