POJOKSATU.ID — Jika Anda pelaku UMKM yang mempertimbangkan pinjaman melalui KUR BRI 2025, memahami cicilan per bulan sangat penting sebelum memilih plafon dan tenor.

Berikut panduan simulasi cicilan terbaru (Desember 2025) menurut plafon dan durasi pinjaman.

 

Berdasarkan simulasi terbaru untuk KUR BRI 2025: 

Plafon Pinjaman Cicilan per Bulan (contoh) berdasarkan tenor terpanjang

Rp 1.000.000 12 bln: Rp 88.333 → 60 bln: Rp 21.667 

Rp 5.000.000 12 bln: Rp 441.667 → 60 bln: Rp 108.333

Rp 10.000.000 12 bln: Rp 883.333 → 60 bln: Rp 216.667 

Rp 20.000.000 12 bln: Rp 1.766.667 → 60 bln: Rp 433.333 

Rp 25.000.000 Tenor 60 bln: Rp 541.667 

Rp 40.000.000 Tenor 60 bln: Rp 866.667 

Contoh pinjaman menengah (misal Rp 30 juta) Tenor 60 bln: sekitar Rp 580.000/bln 

Baca Juga: Pendekatan Personal Kelas Menggambar RKAI Depok Sukses Asah Bakat Anak Istimewa

> Dengan plafon Rp 5 juta dan tenor 60 bulan cicilan hanya ≈ Rp 108.333 per bulan. 

> Pinjaman Rp 40 juta dengan tenor 5 tahun cukup dengan cicilan sekitar Rp 866.667/bulan.

Tenor panjang (hingga 60 bulan) memungkinkan cicilan dirata-rata sehingga beban per bulan kecil. 

Suku bunga 6% per tahun (flat) untuk debitur baru membuat beban bunga tidak terlalu besar sehingga cicilan tetap terjangkau. 

Baca Juga: Relakan Jatah Makan Bergizi untuk Ibu, Ketua DPRD Karawang Siap Jadi Ayah Asuh Siti

Plafon kecil hingga menengah sangat cocok bagi pelaku usaha mikro membuat KUR BRI 2025 fleksibel dan ramah untuk usaha kecil. 

Pelaku usaha mikro dengan omzet kecil bisa manfaatkan pinjaman kecil (misal Rp 1–5 juta) dengan cicilan ringan, tanpa membebani keuangan bulanan.

Usaha kecil menengah yang butuh suntikan modal tapi ingin menjaga arus kas tetap stabil lewat plafon menengah (20–40 juta) dengan tenor panjang.

UMKM baru atau usaha yang belum stabil cicilan bulanan kecil membantu menjaga sebagian besar omzet tetap digunakan operasional usaha.

Baca Juga: Cicilan Bisa Ringan! Cek Pilihan Tenor KUR BRI 2025 12, 24, 36, Hingga 60 Bulan

Meskipun cicilan bulanan kecil, total bunga dalam jangka panjang tetap bertambah pastikan usaha punya prospek untuk menutup biaya.

Pastikan pendapatan usaha stabil untuk menghindari masalah jika ada penurunan omset cicilan tetap harus dibayar.

Perhatikan bahwa simulasi bisa berbeda per cabang atau jenis usaha cicilan bisa sedikit lebih besar tergantung kebijakan validasi usaha & risiko.

Kalau usaha baru dan omzet belum stabil → pilih plafon kecil + tenor panjang supaya cicilan ringan.

Jika usaha sudah mapan dan bisa bayar lebih cepat → pilih tenor pendek agar bunga total lebih ringan.

Hitung dulu estimasi pendapatan biaya sesuaikan plafon dan tenor agar cicilan tidak melebihi 20-30% pendapatan usaha.***