POJOKSATU.id - Setiap daerah memiliki tradisi berbeda ketika menggelar pernikahan, hal tersebut seharusnya bisa jadi kekayaan yang membanggakan.

Namun, proses adat dalam pernikahan ini nyaris membuat ijab kabul batal digelar gegara terjadi keributan.

Kejadian ini terjadi di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, saat ada kesalahpahaman yang diduga dari pihak mempelai perempuan.

Baca Juga: 5 Negara Ini Dihuni Pejabat yang Terlihat Miskin, Tapi Sukses Bikin Rakyat Sejahtera

Dalam video yang dibagikan oleh akun TikTok bernama @maina_188, memperlihatkan pihak besan sudah datang ke lokasi pernikahan.

Mereka disambut oleh 2 wanita lansia yang mengenakan pakaian loreng TNI sambil menari dan meminta uang agar pihak besan bisa diterima.

Proses adat tersebut kabarnya merupakan tradisi di wilayah Maluku Utara dan tak ada yang keberatan dengan cara tersebut.

Baca Juga: Puan Maharani Sebut Pintu Terbuka Bagi Rakyat, Penampakan Gerbang Gedung DPR Mirip Benteng Takeshi

Pihak besan tampak menyerahkan uang kepada salah satu lansia, tapi seorang di antaranya diduga meminta uang kembali karena jumlahnya dianggap kurang.

Tidak ada jumlah pasti dalam pemberian ini, semuanya tergantung penjaga pintu tersebut.

Tiba-tiba seorang pria yang membawa rebana datang agar kedua lansia tersebut membukakan pintu.

Baca Juga: Ajudan Kapolres Madina Tabrak Siswi Kelas 3 SMA Unggulan Panyabungan Hingga Meninggal

Pria yang memakai baju hitam juga meminta agar proses adat ini disudahi karena pihak besan sudah berdiri terlalu lama.

Namun perlakuan itu tak bisa diterima seorang lansia, ia menilai pihak besan belum bisa memenuhi syarat untuk masuk ke acara pernikahan.

Hingga akhirnya terjadi adu fisik dan percekcokan di antara pihak mempelai perempuan.

Baca Juga: RSUD Jatisari Mulai Terapkan Operasi Modern Tanpa Sayatan Besar

Saat keributan itu berhasil diredam, pihak besan diminta untuk masuk tapi tiba-tiba ada ibu-ibu berdaster yang membawa tongkat kayu.

Ia mengamuk dan mematahkan tongkat kayu untuk dijadikannya portal agar pihak besan tidak masuk dulu karena belum memenuhi syarat.

Diduga ibu-ibu dari mempelai wanita yang bertugas menjaga pintu, kekeuh meminta sejumlah uang hingga jumlahnya dirasa cukup.

Baca Juga: PT MUAQ BERKAH SEJAHTERA Cari Senior Copywriter Kreatif Gaji Rp8 hingga Rp10 Juta, Ini Syaratnya

Akan tetapi, para bapak-bapak dari mempelai perempuan merasa apa yang diminta sudah berlebihan.

Karena kondisi di sana tengah gerimis dan ijab kabul akan digelar sebentar lagi, sehingga proses adat tersebut harus dipercepat.

Kabarnya, proses pernikahan tetap digelar meski sempat terjadi keributan, pihak besan memberikan sejumlah uang agar tradisi ini bisa segera selesai.***