Tangis Kebahagian Pedagang Cobek Pecah, Dapat Sandal Yang Dipakai Anggota DPR RI

penjual cobek
Wajah polos dan ketakutan mang Kusnadi, penjual cobek yang mendapatkan kado istimewa di awal tahun 2022 dari Dedi Mulyadi.

POJOKSATU.ID, PURWAKARTA – Awal tahun baru 2022 ini, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengawali kegiatan dengan memberikan tangis kebahagian kepada pedagang cobek (coet -bhs sunda), dengan memberikan sejumlah uang jutaan rupiah dan sandal yang dipakainya.


Mang Kusnadi malam itu tampak kelelahan, setelah seharian berkeliling menjajakan cobeknya, namun, barang dagangannya belum ada satupun yang laku.

Tidak ada tanda menyerah dari wajah polosnya, berjuang demi untuk sesuap nasi menafkahi keluarganya. Sebenarnya mang Kusnadi terlihat sangat tersiksa, karena dirinya belum terbiasa memikul barang di pundaknya.

Beruntung malam itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang sedang melintas di seputar Jalan Sudirman melihat mang Kusnadi yang kemudian menghampiru pedagang cobek asal kota bandung tersebut.


Awalnya Dedi Mulyadi mengaku sebagai Haji Udin Jegeur (Bos Preman – bhs sunda) Purwakarta asal Majalengka. Dari mimik wajah hingga gestur tubuh mang Kusnadi tampak gemetar, karena didatangi oleh Jegeur.

“Apal Enggak cobek yang asli sama yang palsu?, ini banyak yang palsu cobeknya,” kata Dedi Mulyadi, yang dijawab langsung dengan gelengan kepala oleh mang Kusnadi.

Tidak sampai disitu, Dedi Mulyadi kemudian memukulkan ulekan cobek yang palsu ke aspal jalan hingga patah jadi dua. Aksi Dedi kemudian berlanjut, membenturkan cobek asli dengan cobek palsu hingga cobek yang palsu pecah menjadi beberapa bagian.

Mang Kusnadi spontan tambah gemetar dan ketakutan, dengan suara hampir terbata-bata dan tampak ingin menangis, menyesali telah menjual cobek palsu. Apalagi yang saat ini dihadapinya merupakan Jegeur.

Dedi Mulyadi memberikan dua pilihan kepada mang Kusnadi, semua cobeknya dibayar dan diganti rugi tapi tidak bisa pulang atau tidak ada ganti rugi tapi bisa pulang.

“Saya ikhlas semuanya tidak di ganti rugi juga asal bisa pulang,” jawab Kusnadi dengan suara bergetar ketakutan, dengan wajah polosnya yang tidak melepaskan pandangannya kepada Dedi Mulyadi sedetikpun.

Tanpa sepengetahuan Kusnadi, Dedi Mulyadi kemudian mengambil uang di saku yang jumlahnya diperkirakan jutaan rupiah dan langsung diberikan kepada Kusnadi.

Dengan wajah tidak percaya, Kusnadi tampak terkejut saat melihat lembaran uang ratusan ribu rupiah yang bertumpuk di tangannya pemberian Dedi Mulyadi.

Endingnya, Kusnadi kemudian menubruk kaki Dedi Mulyadi sambil menangis histeris karena saking bahagianya dan tidak percaya ternyata orang yang mengaku Jegeur didepannya itu sangat dermawan.

“Ternyata bapak sangat dermawan,” ucap Kusnadi, sambil menangis tersedu-sedu antara takut dan bahagia.

“Itu uang buat membayar semua cobek mang kusnadi, sisanya manfaatkan untuk usaha dagang,” kata Dedi Mulyadi.

Namun dari balik itu semua, sebenarnya Kusnadi tidak hanya kelelahan akibat menanggung cobek dengan tertatih-tatih yang tidak kunjung terjual. Jauh dari itu, beban hidup yang dialami mang kusnadi jauh lebih berat dan melelahkan.

“Mang Kusnadi pedagang cobek dadakan, terlihat dari cara memikul barang dagangan tertatih-tatih karena tidak biasa memikul. Mungkin karena beban hidup yang semakin sulit, sehingga memaksakan diri berjualan cobek untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari,” beber Dedi Mulyadi, saat dihubungi via seluller saat ditanya prihal Kusnadi pedagang cobek di youtubenya. (Adw/pojokjabar)