Kabar Terbaru Tabrakan Maut Ragunan, Aiptu ICH Tak Menutup Kemungkinan Jadi Tersangka

Garis polisi
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA— Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, tak menutup kemungkinan pihaknya menaikkan status Aiptu ICH jadi tersangka laka maut di Ragunan, Pasar Minggu.

Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan tersangka HRH yang mengakibatkan seorang pengendara motor tewas di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/12).

Handana atau HRH sendiri merupakan pengemudi mobil Hyundai nopal B 369 HRH yang sengaja menyerempet Aiptu Imam Chambali (ICH) yang menyebabkan terpental ke arah arus berlawanan.

Sehingga Aiptu Imam menabrak tiga pesepeda motor yang mengkibatkan satu pemotor meninggal di tempat.


Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, tak menutup kemungkinan pihaknya akan menaikkan status Aiptu Imam Chambali menjadi tersangka.

“Tidak menutupkan kemungkinan. Bisa juga nanti kalau kita menemukan bukti baru, bisa juga statusnya kita naikkan sebagai tersangka,” kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).

Namun, kata Sambodo, untuk menaikkan status tersangka Aiptu Imam, penyidik tengah mengumpukan barang bukti baru agar kasus tabrakan maut yang melibatkan anggotanya itu terang benderang.

“Penyidik saat ini masih bekerja untuk mencari bukti-bukti tambahan untuk membuat terang dari kasus laka lantas ini,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat, mobil Aiptu Imam Chambali menabrak tiga orang pemotor yang tengah melaju di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ketiga korban adalah Pingkan Lumintang (30) dan Dian Prasetyo (25), dan M Sharif.

Dian mengalami luka terbuka pada bagian kaki dan tangan kanan.

Sementara itu, Pingkan yang mengendarai Honda Vario B 3036 EPV mengalami luka pada bagian kepala sampai mengeluarkan darah, kaki kanan patah tulang yang menyebabkan dirinya meninggal dunia di tempat.

Sementara, para korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati usai ditabrak mobil Aiptu Imam.

Sebelumnya, kecelakaan yang terjadi di Jalan Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/12) dikomentari Pakar Telematika, Roy Suryo. Roy juga mengungkap CCTV kejadian itu.

Kecelakaan ini sendiri melibatkan mobil Kijang Innova yang dikemudikan polisi Aiptu ICH dengan 3 motor dan menelan korban jiwa seorang ibu muda, Pinkan Lumintang (30).

Kecelakaan terjadi setelah mobil Kijang Innova diserempet oleh mobil Hyundai yang dikemudikan tersangka H, hingga melewati batas jalan dan menabrak 3 motor di arah berlawanan.

Tersangka HRH (25) merupakan pegawai bank BUMN di salah satu lokasi di Jakarta.

Menanggapi kecelakaan ini, pakar telematika, Roy Suryo menilai bahwa secara objektif dan berdasarkan rekaman CCTV yang ada, maka pengemudi Hyundai memang bisa dijadikan sebagai tersangka.

Hanya saja, Roy menilai polisi juga perlu menetapkan tersangka lain.

“Aiptu IC juga layak jadi tersangka,” sebutnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (27/12).

Roy menjelaskan bahwa Aiptu ICH yang mengendarai Kijang Innova tidak cakap dalam mengendalikan kendaraan.

Faktanya mobil tersebut kehilangan kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan hingga menabrak 3 motor.

“Secara fakta, di tangannya lah, Innova tersebut bisa terpental, melompati median dan menabrak 3 motor yang mengalibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

“Silakan cek di CCTV,” tegasnya sembari mengunggah rekaman CCTV yang videonya diperlambat.

 

(fir/ral/pojoksatu)