Ibu Muda yang Tewas Ditabrak Innova Polisi di Ragunan Miliki 2 Anak Masih Kecil

POJOKSATU.id, JAKARTA — Pinkan Lumintang (30), sosok ibu muda yang tewas dalam laka maut di Jalan Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jaksel, meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil.

Pinkan Lumintang dan Rahmat Hidayatullah (36) sudah 6 tahun lebih menikah.

Pernikahan keduanya dianugerahi dua anak usia 2 tahun dan 6 tahun. Bagi sang suami, Pinkan Lumintang adalah sosok istri yang superpower atau tangguh.

Mereka menetap di Beji, Depok, Jawa Barat.


“Justru yang superpower itu ya istri saya. Yang bantu saya meskipun saya nggak minta. Tapi dia ikhlas ngasih buat keluarga. Sampai buat dirinya sendiri suka lupa,” ujar suami Pinkan, Rahmat Hidayatullah, Sabtu (26/12/2020).

Baca Juga :

Roy Suryo Ungkap CCTV Laka Maut Ragunan, Polisi Pengendara Innova Harusnya Ikut Tersangka

Menurut Rahmat, Pinkan adalah tulang punggung keluarga. Selain membantu suami dalam perekonomian keluarga, Pinkan juga menafkahi orang tuanya.

“Istri saya ini salah satu yang membantu tulang punggung dalam rumah tangga saya. Dia bekerja untuk bantu menafkahi anak dan juga bantu nafkah orang tuanya,” imbuh Rahmat.

Keduanya menikah ketika Pinkan berusia 22 tahun dan Rahmat usia 28 tahun.

Sebelum kecelakaan terjadi pada Jumat (25/12) siang, korban pamit kepada suaminya untuk berangkat kerja.

Pinkan diketahui bekerja sebagai seorang supervisor di salah satu hotel di daerah Jakarta. Rahmat juga bekerja di hotel bintang lima di Jakarta Pusat.

Sehari-hari Pinkan memang menggunakan motor pribadi saat hendak berangkat bekerja. Rute yang biasa dilaluinya juga selalu sama, yakni melewati daerah Pasar Minggu, lokasi kejadian kecelakaan tersebut.

“Izin berangkat kerja. Sehari-hari pakai motor pribadi, rutenya selalu sama. Dia sudah nyaman lewat Pasar Minggu itu,” jelas Rahmat

Rahmat Hidayatullah, suami korban menerima kabar kecelakaan istrinya itu pada Jumat (25/12) siang.

Rammat diberitahu oleh adik iparnya bahwa istrinya mengalami kecelakaan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam keadaan terkejut, Rahmat mencoba menghubungi hotel tempat istrinya bekerja untuk meyakinkan posisi sang istri. Sebab, Rahmat mengetahui jika istrinya saat itu hendak berangkat kerja.

“Saya coba telpon ke tempat kerjanya, ternyata beliau belum sampai. Orang kerjanya juga nggak ada yang tahu. Akhirnya saya bilang saya dapat informasi istri saya kecelakaan, nanti saya kabarin lagi,” kata Rahmat kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).

Rahmat segera bergegas ke RS Fatmawati Jakarta Selatan. Sepanjang perjalanan hingga ke RS Fatmawati, Rahmat menerima banyak pesan ungkapan belasungkawa.

Kian cemas, Rahmat kemudian segera mencari tahu kondisi istrinya itu di rumah sakit.

Hingga akhirnya Rahmat bertemu dengan polisi yang menyerahkan barang-barang milik istrinya.

“Sampai di ruang duka, saya ketemu dua polisi yang bawa barang istri saya. Pak ini barang istri bapak, untuk lebih lengkap Bapak bisa ke Polres Jaksel untuk menanyakan detil kayak gimananya. Saat itu, saya disarankan untuk ngurus jenazah istri saya. Saya urus itu, saya belum ke polisi Jaksel,” katanya.

 

(ral/int/pojoksatu)