Warga Tolak Kedatangan Investor Asing Yang Masuk ke Area Tambang Emas Silo

tambang-batu-bara
ilustrasi tambang batu bara

POJOKJATIM.id, JEMBER- Sebanyak 300 orang warga Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengepung tujuh orang pendatang, di antarnya investor dan pegawai Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi, Rabu (5/12).

Warga sudah sejak lama curiga bakal ada investor tambang emas yang hendak masuk ke Silo. Beberapa bulan terakhir mereka mendirikan posko penolakan tambang emas.

“Tadi malam kami mendengar ada orang yang bakal masuk semalam atau pagi ini. Kami tidak tidur semalaman menunggu orang-orang yang menurut informasi akan mengukur lahan tambang di Silo,” kata Taufik Nur Ahmadi, salah satu tokoh di Silo.

Rabu pagi, warga mendengar ada sejumlah mobil, di antaranya CRV dan Innova. “Dua mobil berplat nomor L dan satu mobil berplat nomor B,” kata Taufik.


Dilansir dari beritajatim.com.Warga mencegat mereka dan mengarahkan ke area parkir di posko. “Kami melakukan interogasi. Tapi kami hanya dihadapi sopir karena penumpang lainnya tidak mau keluar mobil,” kata Taufik.

Sopir menyampaikan bahwa mereka hendak ke kawasan Baban Barat untuk berinvestasi pohon sengon. Warga melakukan konfirmasi kepada Wasik, mantan mandor Perhutani, yang membudidayakan sengon.

Sementara itu massa kian membesar. Taufik pun memilih untuk menghubungi Kepala Polres Jember AKBP Kusworo Wibowo. “Kami khawatir kerusuhan terjadi,” kata Taufik.

Saat Kusworo hadir, penumpang yang tak mau keluar mobil akhirnya mau keluar. “Ternyata berkebangsaan asing. Orang China. Mereka terindikasi investor yang akan menambang di Kecamatan Silo,” kata Taufik.

Tujuh orang tersebut akhirnya diamankan ke Markas Polres Jember. “Perwakilan warga yang mau memantau perkembangan silakan ke Polres,” kata Kusworo.

(pojoksatu)