Sungai Cipanas Ngamuk, Rendam 14 Rumah, Runtuhkan 2 Jembatan

AMBRUK: Jembatan Sengked sebagai penghubung Desa Sindanglaya Cipanas-Desa Cibodas Pacet, dan Desa Cibadak Sukaresmi putus. Foto : Farhan/Pojoksatu.id
AMBRUK: Jembatan Sengked sebagai penghubung Desa Sindanglaya Cipanas-Desa Cibodas Pacet, dan Desa Cibadak Sukaresmi putus.  Foto : Farhan/Pojoksatu.id
AMBRUK: Jembatan Sengked sebagai penghubung Desa Sindanglaya Cipanas-Desa Cibodas Pacet, dan Desa Cibadak Sukaresmi putus. Foto : Farhan/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Kawasan Cipanas dan Pacet benar-benar diterjang bencana. Akibat hujan besar tercatat dua jembatan putus dan puluhan rumah terendam air hingga rusak. Tak ayal kondisi tersebut membuat warga panik.

Berdasarkan data, jembatan Cipeutag penghubung Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas dengan Desa Gadog Kecamatan Pacet putus. Putusnya jembatan tersebut ratusan warga di Kampung Cipeutag terancam terisolir. Tak hanya itu, jembatan Sengked penghubung Desa Sindanglaya Cipanas, Desa Cibodas Pacet, dan Desa Cibadak Kecamatan Sukaresmi juga putus. Padahal kedua jembatan sangat penting bagi akses transportasi hasil bumi warga.

Selain dua jembatan putus, hujan deras juga merendam 14 rumah di Kampung Baru Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, dan 1 rumah rusak berat. Ada enam rumah di Kampung Baros Desa Ciherang Kecamatan Pacet juga ikut terendam besarnya debit air. Di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas sekitar 3 hektar sawah amblas, dan mengakibatkan tanah tersebut tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Kepala Desa Gadog Isa Saefudin menjelaskan, jembatan Cipeutag merupakan akses vital bagi warganya. Sehingga putusnya jembatan tersebut membuat warga terisolir. “Jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 8 meter putus, Selasa (31/3) sekitar pukul 20.30 WIB, akibat luapan Sungai Cipanas. Jembatan tersebut semula bisa dilintasi kendaraan roda dua, namun kini putus dan warga terisolir,” ujar Isa, kemarin (1/4).


Dijelaskannya, sambil menunggu bantuan pemerintah, warga swadaya memperbaiki jembatan, dengan jembatan darurat menggunakan bambu. Namun jembatan bambu tidak bisa dilintasi roda dua karena jalan yang ada juga sudah amblas. “Apalagi di Kampung Cipeutag penduduknya capai ratusan kepala keluarga (KK) yang tersebar di 4 RT,” terangnya seraya kerugian putusnya jembatan ditaksir capai Rp200 juta.

Asep (39) salah seorang warga Kampung Cipeutag mengaku, hingga saat ini pemerintah belum turun membantu warga membangun jembatan. Padahal jembatan tersebut merupakan akses utama warga. “Pemerintah seakan cuek, padahal kami ini membutuhkan bantuan. Dari pada menunggu lama, kami swadaya turun membangun jembatan dari bambu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekdes Cibodas Yunus menjelaskan, selain jembatan Cipeutag di Desa Gadog, jembatan Sengked yang menghubungi Desa Sindanglaya, Desa Cibodas, Desa Cibadak ikut ambruk. Runtuhnya jembatan tersebut akibat luapan Sungai Cipanas.

“Sungai Cipanas itu sangat deras saat hujan kemarin, sedangkan alirannya alami penyempitan, sehingga tak menampung debit air yang begitu deras. Akibatnya selain rumah-rumah terendam dua jembatan juga ikut putus,” jelasnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa menangani masalah serius ini, karena jika dibiarkan penyempitan lahan terus terjadi bencana bisa terulang kembali. “Kini jembatan Sengked terputus, warga dirugikan dan kami harapkan bisa segera ada pembenahan,” tandasnya.

Akibat hujan deras Kampung Ciseupan Desa Cibodas juga ikut diungsikan. Pasalnya dikhawatirkan terjadinya pergerakan tanah kembali.

“Ada dua rumah di kampung tersebut rusak dengan retakan tanah, sehingga kami mengungsikan mereka. Kami harapkan ada bantuan pemerintah untuk memperbaiki fisik bangunan yang rusak berat, karena warganya juga terbilang tak mampu,” tandasnya.

Tokoh Masyarakat Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Dadan mengaku, akibat hujan besar kemarin, 14 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak parah dengan kondisi jebol. Hal itu diakibatkan derasnya Sungai Cipanas, hingga menggerus dan merendam pemukiman warga.

“Sungai Cipanas malam itu tak seperti biasanya begitu deras dan membuat warga panik. Nyatanya rumah kami terendam, dan jembatan juga ikut putus,” terangnya.

Pihaknya mengharapkan rumah yang rusak berat bisa segera diperbaiki. Lantaran warga harus mengungsi karena rumahnya jebol. “Bencana ini kali kedua di Cipanas, beberapa tahun lalu juga akibat hujan besar, hingga lebih dari 3 jembatan ikut putus dan rumah terendam. Makanya kami mendesak pemerintah segera membenahi pemukiman DAS Cipanas,” tegasnya.

Kepala Desa Ciherang Kecamatan Pacet Acep Haryadi mengaku, akibat hujan besar malam itu sekitar 6 rumah di Kampung Baros RT 03/09 Desa Ciherang ikut terendam. “Hujan tinggi ikut merendam warga, drainase sudah tidak bisa menampung debit air. Perlu ada evaluasi dan kajian lingkungan, padahal Kampung Baros ini terbilang dataran tinggi, karena berada di Kaki Gunung Gede,” terangnya.(fhn/dep)