Dihukum Senior, Siswi Tewas Tenggelam

POLICE LINE: Kolam Solemat, lokasi tewasnya Rahmi (16) siswi SMK Al Fatmah Cianjur.
POLICE LINE: Kolam Solemat, lokasi tewasnya Rahmi (16) siswi SMK Al Fatmah  Cianjur.
POLICE LINE: Kolam Solemat, lokasi tewasnya Rahmi (16) siswi SMK Al Fatmah Cianjur. Foto : Farhan / Pojoksatu.id

POJOKSATU – Kolam Solemat yang berada di areal Mandala Kitri Desa Cimacan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur menjadi lokasi tewasnya anggota Pramuka Gudep SMK Al Fatmah, Rahmi Apriliani (16).

Dugaan korban tewas setelah diperintahkan seniornya berenang ke dalam kolam sedalam 4 meter.
Belakangan, penggunaan kolam tersebut tidak memiliki izin dari pihak pengelola Buper Mandala Kitri. Korban sendiri tercatat siswi Kelas X PB3 warga Jalan Perintis Kemerdekaan RT 01/22 Kelurahan Sayang Cianjur.

Dadang (16) salah seorang saksi mata yang juga rekan korban menjelaskan, dirinya bermaksud mengikuti kegiatan pelantikan calon Penegak. Namun miris malah berujung pada kematian temannya itu. Kejadiannya bermula saat pelatih Pramuka bernama Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris, dan jika ada yang berisik maka konsekuensi harus berbaris di depan kolam.

“Kebetulan ada yang berisik dan berimbas pada pelajar lainnya. Makanya kami terpaksa harus berbaris di depan kolam. Saat berbaris itu tiba-tiba kami diinstruksikan untuk mencebur ke kolam. Padahal diantara kami ada yang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam,” terang Dadang diamini Dina (16) saksi mata lainya.


Setelah itu beruntung dirinya bisa menyelamatkan diri dengan menghindari kondisi air dingin, sehingga tidak sedikit siswa yang keram. Selang beberapa saat setelah mencebur ke kolam anggota berhitung, ternyata korban tidak ada. “Kami pun kembali turun ke kolam dan mencarinya. Sekitar 10 menit kemudian korban ditemukan sudah tidak sadarkan diri, setelah itu kegiatan dibubarkan dan kami kaget, korban memiliki postur tubuh yang pendek sedangkan kedalaman kolam kurang lebih 4 meter dan korban tidak bisa berenang, sehingga nyawanya tidak tertolong lagi,” tuturnya, seraya setelah kejadian tersebut korban dilarikan ke RSUD Cimacan sedangkan dirinya dan teman-teman lainnya dibawa ke Mapolsek Pacet untuk dimintai keterangan. “Kami shok dan tidak menyangka kejadian tersebut,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bumi Perkemahan Mandala Kitri Juli Slamet menjelaskan, jika SMK Al Fatmah hanya mendapatkan izin kegiatan kemping saja selama dua malam, dan tidak menggunakan Kolam Solemat. Namun dirinya menerima laporan bahwa korban tewas di kolam tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Mereka tidak memiliki izin menggunakan kolam itu, namun malah menggunakannya sehingga jelas mereka melanggar. Padahal jika memberitahu terlebih dahulu, pengawasan pastinya diperketat dan tim kami akan memberitahukan mengenai seluk beluk kondisi kolam tersebut dengan mendampinginya,” paparnya.

Kapolsek Pacet Kompol Wadi Sa’bani menerangkan, kejadian ini berawal saat adanya kegiatan salah satu sekolah di kolam Buper Mandala Kitri, hingga seorang siswi tenggelam. Pihaknya langsung mendatangi lokasi melakukan pemeriksaan dengan memasangkan police line. “Kegiatan ini internal mereka dan sebelum kegiatan dilaksanakan mereka tidak memberitahuan kepada kami,” jelasnya, seraya 10 orang saksi sudah dimintai keterangan.(fhn/dep)