Keluarga Korban Tewas Jalan Rusak di Bekasi Tuntut Pemerintah Rp800 Juta

Berita Terkini, Peristiwa Terkini
Sulastri Maeda Yoppy, anak korban tewas jalan rusak di Bekasi, Senin. | FOTO: Muhammad Lukman/GoBekasi
Berita Terkini, Peristiwa Terkini
Sulastri Maeda Yoppy, anak korban tewas jalan rusak di Bekasi, Senin. | FOTO: Muhammad Lukman/GoBekasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Kasus jalan rusak di Bekasi yang menewaskan seorang warga Bogor masuk ke pengadilan. Keluarga korban tewas di Jalan Siliwangi, Bantargebang, Bekasi bahkan menuntut Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengganti rugi Rp800 juta.

Anak korban Ponti Kadron Nainggolan, Sulastri Maeda Yoppy mengatakan, atas kejadian tersebut pihak keluarga merasa dirugikkan baik secara materil maupun immateril.

“Saya ingin pemerintah bertanggungjawab atas kejadian ini sehingga memakan korban ayah saya, dan kedepan pemerintah harus memperbaiki jalan-jalan yang rusak agar tidak jatuh korban lagi,” ungkapnya saat dimintai keterangan, GoBekasi (Grup Pojoksatu) di PN Bekasi, Senin (23/3).

Imbas meninggalnya almarhum, lanjut Meida, pihak keluarga membutuhkan biaya hidup untuk menutupi itu semua. Kata dia, pihak keluarga akan menjual rumahnya di bilangan Bogor serta toko dan bengkel di Bantargebang, Kota Bekasi.


“Kami meminta ganti rugi baik materi senilai Rp300 juta maupun Immateri sejumlah Rp500 juta,” jelas Maeda.

Keluarga almarhum Ponti Kardron Nainggolan yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta akan mengikuti persidangan perdana dalam gugatanya ke Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Keluarga menggugat Pemkot Bekasi dan Pemprov Jabar yang lalai tidak memperbaiki Jalan Raya Siliwangi Bantargebang hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan yang menelan nyawa Ponti.

Sebelumnya, pihak keluarga memasukan gugatan tersebut pada 26 Februari di PN Bekasi, yang menuntut adanya permintaan maaf melalui media masa selama tiga hari berturut-turut dan pertanggung jawaban secara materil dan imateril.

Berita Terkini, Peristiwa TerkiniKuasa hukum LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora mengaku sudah siap dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkanya.

Nelson menceritakan Ponti meninggal karena kecelakan yang disebabkan jalan rusak dan tidak tersedianya rambu-rambu lalulintas, dan tidak pernah ada perbaikan jalan, hingga merugikan masyarakat pengguna jalan. (gobekasi/ps)