Tragis, Siswa MTs Perkosa Adik Kelasnya

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, MAGELANG – Seorang siswa yang duduk di kelas VIII di sebuah MTs di Magelang nekat memerkosa adik kelasnya. Dia dibantu dua temannya saat menjalankan aksinya.

Korban perempuan berusia 13 tahun. Dia diperkosa kakak kelasnya di perkebunan Desa Dawung, Kecamatan Tegalrejo awal bulan lalu. Peristiwa terkuak ke publik, Minggu (22/3), setelah kerabat korban melaporkan pelaku ke kepolisian. Itu juga karena kesepakatan agar pelaku menikahi korban tak kunjung terwujud.

Peristiwa bermula saat Mawar, bukan nama sebenarnya, mengikuti kegiatan olahraga di sekolah pada Minggu (8/3). Saat perjalanan pulang, ia dibuntuti tiga anak yang merupakan teman sekolahnya. Saat tiba di perkebunan yang sepi, ketiganya mencoba mengerudungi ke-pala Bunga dengan sarung.

”Korban waktu itu diperkosa dalam keadaan pingsan setelah karena ditutupi dengan sarung. Usai kejadian korban ditinggal sen-dirian,” ungkap Sihabudin Sulaiman, kerabat korban saat mengadu peristiwa perkosaan ke Sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat Sahabat Perempuan di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Minggu (19/3).


Sihabudin memaparkan, pascaperkosaan, pihak keluarga dan pelaku sudah melakukan mediasi. Intinya, pada mediasi yang digelar selang sehari pascakejadian, keluarga pelaku siap bertanggung jawab. Yakni menikahi korban dengan satu pelaku utama, setelah selesai sekolah.

”Keluarga pelaku sepakat akan menikahi korban dan membiayai sekolah hingga selesai di Mts. Namun, pernikahan tersebut hanya sebatas formalitas dan korban akan diceraikan kembali. Hingga hari ini, kesepakatan yang dibuat tidak ada tindak lanjut,” jelasnya.

Mediasi antara keluarga korban dan pelaku dilakukan dua kali di Kepolisian Sektor Tegalrejo dan sekitar lokasi kejadian. Saat mediasi, diketahui pelaku terdiri dari tiga orang. Dua di antaranya merupakan kakak kelas korban. Sementara satu pelaku siswa Mts lain.

Dua pelaku H dan A diketahui hanya menjaga lokasi saat pemerkosaan. Sementara pelaku utama adalah Y, kakak kelas korban di sekolah yang sama. Rata-rata usia mereka berkisar 14 tahun. Kasus itu sudah dilaporkan ke Polsek Tegalrejo.

Ia berharap selain ditangani kepolisian, LSM Sahabat Perempuan ikut mendampingi kasus yang menimpa salah satu keluarganya. Karena, pascakejadian korban merasa malu dan tidak mau keluar rumah.

”Setiap hari dijenguk oleh teman-temanya. Kami berharap, ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” pintanya.

Ketua LSM Sahabat Perempuan Wariyatun mengaku, menerima pengaduan dari pihak keluarga korban dan segera menindak lanjuti. Pihaknya akan mendampingi korban, hingga proses hukum selesai dilakukan.

”Kami harus hati- hati dalam mengawal dan mendampingi kasus ini. Mengingat dalam peraturan yang baru, ada tahapan diversi atau mediasi antara korban dan pelaku. Jangan sampai diversi ini mengorbankan hak korban,” jelasnya.

Kapolsek Tegalrejo AKP Rinto mengakui pihaknya sudah me-nerima laporan adanya kasus pemerkosaan yang melibatkan siswa sebuah Mts di Tegalrejo. Hingga kini, kasus itu dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Magelang. (ady/hes/ong)