Jangan Tutupi Black Box dari Publik

CVR-black-box-air

Penemuan black box pesawat AirAsia berupa flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) membuat titik terang penyebab kecelakaan. Namun, analisis terhadap black box yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) diharapkan bisa lebih terbuka.

Pengamat Hukum Transportasi Utomo Karim menuturkan temuan black box ini bisa mencerahkan semua pihak, terutama keluarga korban penumpang AirAsia. “Apakah penyebabnya ada kelalaian dari maskapai, lembaga terkait atau hanya murni karena cuaca,” ujarnya.

Kalau pembukaan hasil analisis black box pesawat AirAsia membutuhkan waktu sekitar setahun, sebenarnya itu terlalu lama. Sebab, keluarga korban tentu membutuhkan informasi tersebut. Apakah ada unsur pidana dalam kecelakaan tersebut. “Jadi harus dipercepat,” ucapnya.


Yang jauh lebih penting, sebenarnya data dalam black box pesawat AirAsia bisa berhubungan dengan mau atau tidaknya perusahaan asuransi membayarkan ganti rugi ke keluarga korban AirAsia. Bisa jadi, tambah Utomo, data dalam black box menguak adanya informasi yang melanggar kesepakatan antara AirAsia dengan perusahaan asuransi.

‎Perlu diketahui, KNKT memprediksi black box black box pesawat AirAsia baru bisa diungkap dalam waktu tujuh bulan. Hal itu menilik pada kasus kecelakaan pesawat Sukhoi beberapa tahun lalu. (idr/dio/jpnn)