Bagaimana Sulitnya Evakuasi Dasar Laut, Lihat Video Ini

POJOKSATU- Lumpur dan ombak besar menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi AirAsia. Mereka harus mencari cara lain agar evakuasi berjalan mulus, meski sudah mengetahui posisi pesawat dan kotak hitam.

Keberadaan kotak hitam AirAsia QZ8501 yang mengalami kecelakaan hari Minggu lalu (28/1/2014) diperkirakan tidak jauh dari lima benda berukuran besar yang telah terdeteksi tim pencari dan penyelamat.

Kelima benda itu diperkirakan bagian dari pesawat. Sayang, cuaca yang masih belum bersahabat membuat upaya untuk mencapai objek tersebut masih terkendala.


“Tantangkan kami adalah lumpur. Banyak lumpur di dasar laut,” kata Jenderal berpangkat tiga bintang itu.

Tenggelamnya jenazah ke dasar laut tentu akan menyulitkan pencarian korban. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Menurut Supriyadi, ombak di area pencarian masih berkisar empat meter. Kecepatan angin juga 35 knot. Ditambah hujan rintik-rintik juga terus mengguyur.

Meski begitu, pencarian korban tak menyurutkan semangat Tim SAR. Basarnas berupaya melakukan pencarian dasar laut, walaupun penyelam juga terhalangi dengan jarang pandang. Hari kedelapan pencarian, total 34 jenazah yang berhasil di evakuasi.

”Kemungkinan gelembung gas di tubuh korban sudah pecah dan akhirnya tenggelam kembali ke dasar laut,’’ kata Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi di Posko Pangkalan Bun.

Sementara itu, pencarian badan pesawat mulai menemui titik terang. Lima benda berukuran besar yang diyakini merupakan bagian pesawat telah terdeteksi oleh tim pencari dan penyelamat. Kotak hitam AirAsia QZ8501 diyakini tak jauh dari area tersebut. (dem/rmo/jpnn)