GRAFIS: Inilah Pesawat dan Kapal Canggih Pencari AirAsia

GRAFIS PESAWAT PENCARI AIRASIA

Sedikitnya ada delapan negara yang turut membantu Indonesia untuk mencari pesawat nahas tujuan Surabaya-Singapura tersebut. Mereka di antaranya; Australia, Amerika, Malaysia, Singapura, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia.

Kerja keroyokan delapan negara plus tim gabungan Indonesia ini, rupanya langsung membuahkan hasil. Peralatan SAR nan canggih yang dibawa masing-masing negara telah mampu mengangkat sedikitnya 30 jenazah dan mendeteksi keberadaan badan pesawat.

Tim SAR Amerika Serikat mampu tampil gagah dalam misi pencarian ini. Itu setelah mereka membawa kapal perang USS Sampson. Kapal bongsor ini mempunyai sistem radar dan sonar dengan fitur 3D tercanggih. Fitur ini bisa menampilkan objek di dalam lautan secara langsung.


Kapal sepanjang 100 meter tersebut mampu menampung helipad berbagai jenis, dengan mesin Turboshaft ganda multi-mission. USS Sampson adalah salah satu kapal canggih abad ini.

Singapura tak mau kalah. Mereka mengirimkan dua kapal canggih yakni Republic Singapore Ship (RSS) Persistance. Di dalam kapal Singapura itu telah terpasang autonomous underwater vehicle (AUV). Selain itu, kapal ini dilengkapi double sonar. Persistance juga memiliki fungsi diving tender, memiliki sonar.

Jika Amerika dan Singapura menurunkan kapal-kapalnya, Australia, Selandia Baru dan Korea Selatan lebih memilih mengirimkan pesawat P-3C Orion KN-01. Pesawat ini sudah sejak lama dikenal unggul dalam pencarian benda bawah laut, mempunyai radar udara, radar cuaca, MAD (magnetic anomaly detection), ESM (electronic support measures) dan IRDS (infra red detection system).

Keberadaan pesawat jenis Orion ini menjadi sangat penting, karena kekuatan burung besi pabrikan Paman Sam tersebut mampu melokalisasi badan utama pesawat Airbus.

Sementara itu, Basarnas belakangan ini juga mengirimkan pesawat Beriev Be-200 dari Rusia. Pesawat asal negeri beruang merah ini berkemampuan amfibi (bisa mendarat di laut).

Bagaimana dengan kecanggihan SAR yang dimiliki Indonesia? Tim SAR tanah air masih membanggakan Kapal Baruna Jaya IV. Dengan panjang 60,4 meter dan lebar 12,1 meter, kapal milik peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu mampu bergerak dengan kecepataan 8-9 knots. Sistem echo sounder yang dimilikinya dapat menampilkan visual benda yang ada di lautan seperti nyata.

Dan jangan salah, kemarin TNI Angkatan Laut memastikan bahwa KRI Bung Tomo-lah yang berhasil mendeteksi lokasi badan pesawat yang diduga bagian belakang dari AirAsia yang hilang pada Minggu lalu (28/12).