Orantua Cerai, Pemuda Gantung Diri

ilustrasi (kelakaan lalu lintas)

POJOKSATU- Diduga mengalami depresi setelah kedua orang tuanya bercerai, Agitian Suhiyandi (24) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah neneknya Desa Pabedilan Kaler, Blok Batisari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/12).

Jasad pemuda asal Desa Tengahtani, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon ini pertama kali ditemukan oleh bibinya bernama Kiki (22), dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali rapia yang dikaitkan ke jemuran belakang rumah sang nenek sekitar pukul 07.00.

Awalnya, Rabu sore (24/12), sekitar pukul 16.00, pemuda yang berprofesi sebagai pedagang mainan di Jakarta ini datang ke rumah sang nenek Casih (70).

Setelah beristirahat sejenak di rumah tersebut, sekitar pukul 19.00, korban minta ijin ke sang nenek hendak keluar rumah membeli rokok. setelah itu, yang bersangkutan tidak kembali lagi kerumah.


Keesokan harinya atau Kamis (25/12), sang nenek melihat cucunya itu sedang berada di belakang rumahnya. Namun, ia tidak menyadari kalau cucunya itu sudah tewas. Korban diketahui tewas setelah sekitar pukul 07.00, Kiki sang bibi menanyakan keberadaan korban kepada neneknya dan dijawab sedang berada di belakang rumah.

Kiki dan sang nenek pun menuju belakang rumah itu dan betapa terkejutnya dia, melihat Agitian Suhiyandi sudah tewas dengan posisi tergantung. Peritiwa itu langsung dilaporkan ke warga setempat dan polisi.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Namu, ketika polisi hendak membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum ditolak pihak keluarga. Akhirnya polisi hanya melakukan olah TKP dan visum luar terhadap jasad korban.

Agus Suhyandi (48) orang tua korban mengaku ikhlas dan menyadari anaknya telah meninggal dunia. “Biarlah anak saya meninggal dengan tenang dan tidak perlu diotopsi. Kami akan segera memakamkannya,” tuturnya kepada polisi.

Kapolres Cirebon AKBP Chikko Ardwiatto SIK Mhum melalui Kapolsek Pabedilan AKP Abdullah SH mengatakan korban tewas murni karena bunuh diri.

“Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau pembunuhan. Korban murni tewas gantung diri diduga akibat depresi. Bahkan, pihak keluarga tidak mau jasad korban diotopsi dan visum,” ungkapnya. (rif)