Tiap Gereja di Poso Dijaga 10 Aparat Keamanan

POJOKSATU, POSO- Kepala Kepolisian Resor Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Susnadi menyatakan bahwa 1600 personil gabungan TNI Angkatan Darat dan Polri disiagakan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru di Poso, Sulawesi Tengah. Tidak kurang 425 gereja di Poso akan dijaga masing-masing oleh 10 personil gabungan.

“Personil gabungan itu terdiri dari 800 personoil Polisi yang disebar di 12 polsek, lalu 200 personil Brimob, serta 400 personl TNI Angkatan Darat dari Kodim 1307 Poso dan Batalyon Infanteri 714 Sintuwu Marosso,” jelas Susnadi di Mapolres Poso, Rabu, (24/12 2014).

Dilaporkan pula sejumlah tempat strategis, semisal Pasar Sentral dan beberapa tempat lainnya di dalam Kota Poso telah dipasangi CCTV untuk memantau aktivitas warga. Sementara, tiga wilayah, yakni Poso Kota, Poso Pesisir dan Poso Pesisir Utara mendapat perhatian penting.

Sebelumnya di Palu, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Azis menyatakan bahwa personil gabungan disebar di seluruh titik rawan, mulai dari obyek wisata, hingga tempat ibadah serta jalur transportasi di ruas Jalan Trans Sulawesi yang rawan longsor.


Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola sendiri saat gelar pasukan Operasi Lilin Maleo, Selasa, 23 Desember di Palu meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Jangan mudah terprovokasi. Laporkan segera kepada aparat keamanan terdekat bila menemukan adanya kegiatan-kegiatan mencurigakan di sekitarnya,” harap Longki.

Sejauh ini, sesuai amatan media ini, kondisi keamanan di Sulawesi Tengah dalam suasana kondusif. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana gangguan keamanan berupa aksi-aksi terorisme menjadi ancaman serius, utamanya bagi masyarakat Poso, Sulawesi Tengah. (ps)