30 Kepala Sekolah Terjebak di KA Ekspres Gumarang

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Para kepala SMK di Kota Bogor mengkritik pelayanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dinilai sangat buruk. Hal itu dikarenakan insiden terjebaknya  sebagian besar rombongan kepala sekolah yang menggunakan jasa Kereta Api Ekspress Gumarang. Saat  tiba di tempat tujuan, yakni Statsiun Jakarta Kota, para kepala sekolah itu bukannya diturunkan, tapi  justru  terbawa kembali ke Dippo pelangsiran kereta, Minggu (14/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Kejuruan (MKKS-K) Kota Bogor, Deden Hari Rahardja mengatakan, insiden itu terjadi lantaran tidak ada komunikasi antara petugas kabin dan masinis kereta. Dia mengungkapkan saat rombongan MKKSK hendak maju ke gerbong depan agar mendapat peron untuk  pijakan turun dari kereta, mendadak kereta yang mereka tumpangi mundur kembali ke arah Dippo pelangsiran.

Deden menjelaskan bahwa saat itu mereka meminta kepada salah satu petugas kabin agar menginformasikan kepada masinis untuk menghentikan kereta. Namun, katanya, petugas tersebut terlihat tidak peduli dan malah pergi menghindari rombongan kepala sekolah itu.
“Ada 30 Kepala Sekolah SMK yang terjebak. Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Bogor dan 5 orang pengawas SMK Kota Bogor juga ikut terjebak”, kata Deden.

Kabid Dikmen Disdik Kota Bogor, Jana Sugiana, yang ikut terjebak dalam kereta Ekspress Gumarang tersebut mengaku sangat kecewa dengan pelayanan PT KAI. “Kami ini bayar, punya tiket resmi bukannya penumpang gelap”, ungkapnya dengan penuh kecewa  sambil menunjukan Tiket KA Gumarang kelas Bisnis dengan nomor seat 5A, saat keluar dari stasiun Jakarta Kota.


Ia mengatakan bahwa evakuasi para penumpang yang dilakukan pertugas PT KAI yang berada di Dippo kereta pun sangat buruk. “Mereka malah menyalahkan para penumpang karena tertidur sehingga terbawa ke Dippo. Setelah salah seorang dari rombongan MKKSK marah-marah baru petugas tersebut mengevakuasi dengan memindahkan penumpang ke kereta lain yang berada di Dippo, itu pun menggunakan tangga darurat yang sangat tidak aman bagi keselamatan penumpang”, papar Jana.

Setelah tiba kembali di Stasiun Jakarta Kota, tambah Jana, PT KAI atau pun petugas stasiun Jakarta Kota sedikit pun terlihat tidak peduli dengan kejadian ini. Dia mengatakan petugas pun terlihat saling lepas tangan atas insiden itu dan sedikitpun tidak meminta maaf. (one)